HOAX: Taliban Menggantung Mayat (Penerjemah AS) di Helikopter

HOAX TALIBAN

HOAX: Taliban Menggantung Mayat (Penerjemah AS) di Helikopter

FAKTA: Seorang Taliban bergelantungan di helikopter berusaha mengibarkan benderanya di kantor gubernur Kandahar. Dalam video ini juga, pria itu jelas hidup. 

Video viral beredar yang diklaim Taliban menerbangkan helikopter Black Hawk milik AS dengan seseorang digantung di bawahnya.

Berbagai media dan jurnalis sama-sama mengklaim bahwa video itu menunjukkan Taliban menggantung seseorang yang sudah jadi mayat dari helikopter Black Hawk, bahkan disebutkan yang digantung diduga seorang penerjemah Amerika.

“Taliban menggantung seseorang, yang diduga sebagai penerjemah Amerika, dari helikopter Black Hawk AS. Helikopter AS yang tersisa sekarang akan digunakan di Afghanistan seperti ini,” ujar pembawa acara TV India Sudhir Chaudhary, pemimpin redaksi Zee News dan WION.

Klaim seperti itu awalnya beredar luas oleh media-media dan jurnalis dari India, dan kemudian menyebar (di copy-paste) oleh media-media mainstream lintas negara.

Di Indonesia, salah satu yang menyebarkan adalah Kompas.com.

Video Mengejutkan Seseorang Digantung di Bawah Helikopter Black Hawk yang Dioperasikan Taliban

CEK FAKTA

Sebuah media internasional pengecek fakta Alt News, melakukan penelusuran dan pengecekan fakta video tersebut.

Does the video show Taliban ‘hanging’ a body from a helicopter?

Dengan pencarian kata kunci di Twitter dalam bahasa Pashto, kami menemukan tweet berikut yang mengonfirmasi bahwa helikopter tersebut terbang di Kandahar.

Mengambil 'Kandahar' sebagai kata kunci dalam bahasa Pashto, kami menemukan video lain tentang seorang pria yang digantung di helikopter. Ini adalah video yang lebih jelas.

Jika diperhatikan lebih dekat, terlihat ada tali yang menempel di punggung pria tersebut. Dia digantung dari tali kekang dan bukan tali di leher.

Lebih lanjut, dalam video yang sama, pria tersebut juga terlihat membuat gestur (gerakan), terutama 15 detik ke depan. Dia tidak mati seperti yang diviralkan di internet.

Alt News menemukan tweet oleh kantor berita Afghanistan Aśvaka yang memposting video serupa dari sebuah helikopter di atas kantor gubernur Kandahar. Kami menghubungi saluran melalui DM dan mengonfirmasi bahwa pria itu bergelantungan dengan tali dari helikopter untuk memasang bendera di gedung gubernur. 

“Kami memiliki tim di sana, mereka telah mengkonfirmasi bahwa orang tersebut dikendalikan bergelantungan (pakai pengikat) di helikopter untuk memasang bendera di gedung gubernur di Kandahar,” kata saluran itu kepada kami.

Wartawan lokal Sadiqullah Afghan juga memposting salah satu video yang menunjukkan seorang pria bergelantungan dari helikopter. Dia memberi tahu bahwa pria yang bergelantungan itu adalah seorang Taliban dan sedang mencoba memasang bendera di tiang 100 meter.

Wartawan Afghanistan lainnya mentweet bahwa dia mengenal pilot Afghanistan yang menerbangkan helikopter. Dia mengidentifikasi pria yang bergelantungan dari helikopter itu sebagai seorang pejuang Taliban yang berusaha memasang bendera kelompok Islam itu.

"Pilot Afghanistan yang terbang ini adalah seseorang yang saya kenal selama bertahun-tahun. Dia dilatih di AS dan UEA, dia mengkonfirmasi kepada saya bahwa dia menerbangkan helikopter Blackhawk. Pejuang Taliban yang terlihat di sini mencoba memasang bendera Taliban dari udara tetapi tidak berhasil pada akhirnya," twit BILAL SARWARY @bsarwary.

Pencarian kata kunci di Facebook menggunakan ار لایت مقام (provinsi Kandahar) membawa kami ke video seorang pria melayang di atas tiang bendera. Postingan itu mengatakan bahwa Taliban berusaha mengibarkan benderanya di kantor gubernur. Dalam video ini juga, pria itu jelas hidup. Dia juga mencoba mengambil sesuatu dari sakunya.

Video serupa dibagikan oleh seorang reporter lokal dari Kandahar Arghand Abdulmanan.

KESIMPULAN

- Harus ditunjukkan bahwa informasi yang salah itu viral di seluruh dunia, termasuk New York Post. Dari kelihatannya, video tersebut mendapat perhatian luas setelah diposting oleh @natsecjeff1. Namun, dia tidak membuat klaim apa pun saat membagikan klip tersebut. Pengguna lain @Holbornlolz yang mengidentifikasi dirinya sebagai komedian menambahkan putaran "pria yang tergantung dari helikopter". Pemeriksa fakta The Washington Post, Glenn Kessler, men-tweet tentang bagaimana narasi itu dipelintir di internet.

- Outlet media dan jurnalis membawa laporan keliru yang mengklaim bahwa seorang penerjemah Amerika digantung sampai mati di helikopter Black Hawk oleh Taliban. 

- Pria itu adalah anggota Taliban dan dia mencoba memasang bendera di tiang. Dia tidak digantung tetapi diikat dari tali kekang. 

- Perlu juga dicatat bahwa Departemen Pertahanan AS belum mengomentari video tersebut sehingga tidak dapat dipastikan bahwa helikopter itu memang Black Hawk.

VIDEO

Berikut Video yang menunjukan pria yang bergelantungan (yang merupakan anggota Taliban) yang sedang berusaha memasang bendera, dan terlihat gerakannya.

[Video]