Gatot Nurmantyo Pertanyakan Kejiwaan Pengusul Amandemen UUD 1945

[PORTAL-ISLAM.ID]  Indonesia dimerdekaan dengan nilai-nilai budaya yang kental. Begitu juga nilai-nilai luhur yang diwariskan sejak jaman dulu.

Begitu dikatakan Dewan Pembina Universitas Cokroaminoto, Gatot Nurmantyo, dalam orasi ilmiah pada sidang senat Universitas Cokroaminoto di Jakarta, Rabu (15/9).

"Konsep negara Indonesia merdeka, penuh dengan aspek nilai-nilai budaya yang sangat tinggi dengan nilai luhur yang sangat mulia," ujar Gatot Nurmantyo.

Dia menjelaskan, salah satu nilai luhur itu adalah warisan konstitusi UUD 1945. Kata dia, desain UUD 1945 sejatinya adalah harapan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak mengulang kisah di masa terjajah.

"Bahwa yang mendesain, yang merumuskan UUD 1945 termasuk pembukaannya, nuansanya bahwa saya ini mengalami bangsa terjajah, bangsa yang susah bahkan mengorbankan jiwa dan raga dengan niat anak cucu saya tidak mengalami seperti saya," katanya disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Saat ini, lanjut mantan Panglima TNI ini, berembus kencang wacana amandemen konstitusi untuk kelima kalinya. Dia pun mempertanyakan bagaimana suasana hati dari orang-orang yang menyerukan amandemen.

"Yang perlu dipertanyakan kondisi kejiwaan yang mau amandemen itu apa? Sama tidak?" pungkasnya. [rmol]