Tere Liye: Sertifikat Vaksin Syarat Masuk Mall

Sertifikat Vaksin Syarat Masuk Mall

Foto ini dari detik.com, simpel isinya: masuk mall, harus sudah vaksin dengan memperlihatkan sertifikat vaksin dari aplikasi pedulilindungi. Pemalsuan? Susah buat menduplikasi/menipu sertifikat dari aplikasi, karena itu bersifat online, apalagi jika saat diperiksa, lantas dicocokkan dengan KTP. 

Nah, buat yang belum vaksin, simpel: dikasih solusi, mampir dulu di sentra vaksinasi di mall itu juga. Mudaaah banget. Habis vaksin, beres deh, bisa masuk mall. Tapi jika tetap tidak mau juga? Inilah yang repot. 

Sebenarnya ini teh sudah win-win solution banget-nget-nget. Pengunjung dikasih opsi begini. Semoga semua mall seperti ini saat menerapkan peraturan dilarang masuk mall. Kasih solusi buat pengunjung utk vaksin dulu, buat sentra vaksinasi di mall itu juga. Jadi sekalian deh. Halan-halan, vaksin.

Buat yang tetap mengotot menolak, well, ini memang repot sekali.

Cuma ngasih tahu, kita pengin anak2 kita masuk sekolah lagi kan? Maka, jika kita tetap mengotot tidak mau vaksin, anak2 kita juga tidak boleh vaksin, lantas bagaimana dong solusinya? Kita mau anak kita terus sekolah online? Ayo, pikirkanlah, jika benar2 ada solusi selain vaksin.

Boleh jadi, kitalah yang rumit, mempersulit semuanya. 🙂

Btw, di luar sana, banyak yg komorbid, punya penyakit bawaan, telah divaksin. Yg menentukan bisa dan tidak itu setelah screening. Jika kita memang tidak bisa, usahakan minta surat keterangan tidak bisa vaksin. Setidaknya kita punya bukti telah usaha utk vaksin. 

Dalam waktu dekat mall akan dibuka. YES! Mari kita bikin acara road show buku lagi.

Ayo, berhenti ribut2, ngamuk2 soal vaksin ini. Di Jakarta saja, sudah 8 juta lebih yg vaksin. di seluruh dunia sudah 2,3 milyar yg sudah vaksin; bayangkan 2,3 milyar. China sendiri sudah 1,5 milyar lebih, pakai vaksin yg menurut kamu abal2 itu 🙂

(By Tere Liye)

*fb penulis