Papua Tempat Pembuangan Pegawai, Tere Liye: Saya Sedih, Apa Sih Dosa Mereka

Saya Sedih

Sebenarnya, setiap kali ada orang marah2, lantas bilang, 'Besok2 kamu saya pindahkan ke Papua sana!' Saya sedih dengarnya.

Ada aparat bermasalah, lantas dimutasi ke NTT, saya juga sedih.

Ada siapapun, apapun itu, saat mereka tidak becus kerja, kemudian dipindahkan, dihukum ke Maluku, dan berbagai daerah nun jauh di sana, saya sungguh sedih. Sejak duluuu, sedih.

Karena bukan apa2, bagaimana Papua, NTT, Maluku, dll itu akan maju jika mereka dikirimin pegawai bermasalah, pegawai malas, pegawai yg kena mutasi hukuman?

Saya sedih.

Entah dengan kalian. Mungkin tertawa. Mungkin melihat itu heroik dan kerennya. Mungkin tidak penting. Mungkin menganggap tulisan ini lebay, politis, dll. Mungkin juga akan bilang, 'Eh tere liye, elu urus saja buku2 elu yg dibajak. makanya jangan nyinyir. mampus elu bukunya dibajakin.'

Saya jadi tambah sedih.

Karena saat mengisi workshop menulis di pelosok2 tempat ini, Papua, Maluku, Flores, dll, sdbgnya; menatap anak2nya yang datang ke lokasi tanpa alas kaki. Menatap sekolah mereka yg seperti (maaf) 'kandang kambing' dibanding sekolah2 di Jawa. Mereka berjalan kaki jauuh sekali setiap hari utk sekolah, sy kadang mikir: apa dosa mereka sih, puluhan tahun NKRI ini merdeka, nasib anak2 ini jauh sekali dibanding anak2 di pulau Jawa. Apa manfaatnya kemerdekaan buat mereka? 

Dan sekarang, mereka hanya dikirimkan aparat2 kelas rendah, tak bermutu. Apa sih dosa mereka?

(By Tere Liye)

*fb