Minta Rakyat Sumbang Vitamin, Erick Thohir Buat Jokowi Malu

By Asyari Usman (Penulis wartawan senior)

Menteri BUMN Erick Thohir mengajak masyarakat menyumbangkan vitamin dan suplemen untuk tenaga kesehatan (nakes). Menurut Erick, para nakes itu berjuang keras menyelamatkan pasien Covid-19. “Sebagai rasa cinta pada dedikasi dengan taruhan nyawa para nakes,” kata Erick.

Sepintas lalu, ajakan ini sangat wajar, Menyentuh sekali. Untuk menunjukkan solidaritas kepada pasukan nakes yang tak kenal lelah. Dan banyak yang gugur juga. Sudah lebih 500 orang dokter dan naker yang meninggal dunia Di tengah perjuangan mereka menyelamatkan para pesakit Covid.

Bagus sekali ajakan Erick. Melatih sentimen kesetiakawanan dan budaya berbagi. Erick sendiri mencontohkan langsung. Dia menyediakan 100 paket vitamin dan suplmenen untuk dibagi-bagikan kepada nakes.

Mulia sekali ajakan ini. Tapi, sebaliknya, ada yang dibuat tidak mulia. Yaitu Presiden Jokowi. Sadar atau tidak, sesungguhnya anjuran Erick itu mempermalukan Presiden dan pemerintah secara keseluruhan.

Sebab, negara tidak boleh kalah menghadapi Covid-19 –meminjam narasi “negara tak boleh kalah dengan ormas”. Dan memang 100% benar. Negara tak boleh dipermalukan gara-gara kekurangan nutrisi di kalangan para nakes.

Di mana muka Pak Jokowi mau ditaruh kalau sempat rakyat yang sedang sulit itu berbondong-bondong menyumbangkan vitamin dan suplemen kepada nakes.

Apalagi kalau para pemimpin negara-negara tetangga tahu. Terpukul sekali Pak Jokowi.

Jadi, sebaiknya Erick Thohir tidak meminta bantuan dari masyarakat. Merendahkan wibawah pemerintah, khususnya Presiden Jokowi.

Lagi pula, dana penanganan Covid ‘kan banyak. Ada sekitar 800 triliun. Setengah triliun saja untuk vitamin dan suplemen nakes, mungkin lebih dari cukup.

Sayangnya, terlalu banyak vitamin dan suplemen yang diberikan kepada Juliari Batubara –mantan Mensos.

7 Juli 2021


Baca juga :