BUZZERP: ENGGAK NGE-HOAX, ENGGAK MAKAN

BUZZERP: ENGGAK NGE-HOAX, ENGGAK MAKAN

KETIKA TIDAK ADA LAGI BAHAN UNTUK MENJATUHKAN ANIES BASWEDAN, MAKA HOAX SENGAJA DICIPTKAN

Ruang Kerja Anies Digeledah KPK, Cek Faktanya

Akun Facebook Reza Santoso memposting sebuah gambar yang menuliskan soal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam postingan tersebut, akun itu menyebut jika penyidik KPK mendatangi kantor Anies untuk digeledah.

Dikutip dari situs turnbackhoax.id, Senin 15 Maret 2021, akun Reza menuliskan narasi sebagai berikut:

“Ruang Kerja Anies Baswedan di Geledah KPK, Mengejutkan ‘Bukti Baru Terungkap’ Sepandai Pandai Tupai Melompat,Akhirnya Akan Jatuh Juga,Duh Sakitnya”. 

HOAX

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya gambar dengan narasi bahwa ruang kerja Anies Baswedan digeledah KPK adalah Hoax.

Faktanya, gambar itu merupakan gambar editan yang menggabungkan dua foto yang tidak terkait sama sekali. Foto penyidik KPK yang membawa beberapa koper itu merupakan kejadian seusai penyidik KPK menggeledah Kantor KPU, di Jakarta pada Januari 2020. 

Sementara itu, foto Anies Baswedan adalah foto pada saat penyerahan simbolis atas beberapa program dan kegiatan Hari Jadi Kepulauan Seribu yang ke-16 pada November 2017.

Foto penyidik KPK itu salah satunya dimuat di artikel berjudul “KPK Geledah Kantor KPU Selama 8,5 Jam, Penyidik Bawa 3 Koper” yang tayang di situs Tribunnews.com pada 14 Januari 2020.

Sementara itu, foto Anies Baswedan dimuat di artikel berjudul “BNI Turut Meriahkan Hari Jadi Kepulauan Seribu yang ke-16” yang tayang di situs wartaekonomi.co.id pada 13 November 2017.

***

SEBENARNYA HOAX DAN FITNAH yang menimpa Anies Baswedan sangat banyak, terus menerus diproduksi, sistematis.

Sangat disayangkan Hoax dan Fitnah yang menimpa Gubernur Anies Baswedan tidak ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

Bandingkan dengan kegesitan polisi cyber menciduk seorang warga Slawi yang mengolok-olok Walikota Solo Gibran.

Padahal dibandingkan dengan HOAX dan FITNAH yang menimpa Anies, komentar dari warga Slawi itu tidak ada apa-apanya, dan masih bisa dinilai sebagai kritik.

Polisi Virtual Ciduk Warga Slawi Karena Mengolok-olok Gibran