Tamparan Pedas dr. Tifa Atas Kerumunan Jokowi di NTT

Menonton video pembuat kerumunan di Maumere NTT yang bikin heboh. 

Hanya ingin sekedar menunjukkan bahwa dia masih dielu-elukan, diiharapkan kehadirannya, dipuja-puja, disanjung-sanjung.

Dan kebiasaan melempar-lempar makanan, sembako, atau hadiah, seperti memberi makan ayam, yang membuat orang-orang kecil, kaum miskin dan dhuafa menyerbu memunguti makanan, sembako, kaos dan apapun itu dari jalanan habis dilempar....

Orang-orang kecil diperlakukan seperti ayam....

Dan kamera selintas mengabadikan senyum lebar si pemberi dari balik jendela kaca atau kap mobil.  Sungguh mengiris hati seluruh negeri. 
Hati yang waras ini sungguh nelangsa.

Apakah  adab dan sopan santun tak perlu bagi dia yang Pemimpin negeri ini?

Di tengah masa pandemi. Membuat kerumunan dan masa yang berdesak-desakan itu adalah perbuatan ngawur. Dilakukan berkali-kali adalah biadab.

Siapapun dia. Saya setuju. Siapapun dia, harus dihukum. 

Tetapi, ketika selesai memenjarakan pembuat kerumunan, dan dia sendiri melakukan hal yang sama. Berkali-kali..Atas nama kekuasaam dia menjadi kebal hukum. 

Membuat saya termenung. Dan hanya bisa bertanya dalam hati: 

"Pak. Apa betul kau kuat menanggung balasan atas dosa-dosa yang kau buat selama kau menjadi Pemimpin?"

(dr. Tifauzia Tyassuma)

Menonton video pembuat kerumunan di Maumere NTT yang bikin heboh. Hanya ingin sekedar menunjukkan bahwa dia masih...

Dikirim oleh Tifauzia Tyassuma pada Kamis, 25 Februari 2021