Sejarah Berulang, Ulama, Habib, Ustadz & Tokoh Pro Demokrasi Penghalang RUU HIP Masuk Penjara

[PORTAL-ISLAM.ID]  Para ulama, habib, ustadz dan tokoh penghalang pro demokrasi yang menjadi penghalang RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP)/RUU BPIP harus masuk penjara. 

“Ulama, ustadz, habib, tokoh pro demokrasi anti neo PKI harus segera dipenjara supaya RUU HOP bisa gol dan end game-nya Pancasila diganti Trisila atau Ekasila,” kata musisi senior Ahmad Dhani dalam pernyataan kepada wartawan belum lama ini.

Kata Ahmad Dhani, pola yang dilakukan sekarang ini seperti era Orde Lama dengan ideologi Nasionalis, Agama dan Komunis (Nasakom) yang memenjarakan Buya Hamka dan tokoh-tokoh penentang PKI. “DNA dan modusnya pun sama,” jelasnya.

Nasionalis diwakili PNI, Agama diwakili Partai NU dan Komunis diwakili PKI. 

Kata Dhani, di era Nasakom, muncul juga pembubaran pembubaran Masyumi dan tokoh-tokohnya masuk penjara. “Pokoknya demi Nasakom dan semua yang melawan dipenjara. Sejarah sering berulang,” ungkapnya.

Dhani mengatakan, di era Nasakom memenjarakan Buya Hamka dan saat ini tokoh penentang neo PKI dan RUU HIP/BIP Habib Rizieq Syihab (HRS). “HRS dipenjara, FPI dibubarkan dan jika perlu diteroriskan biar mantap dan meyakinkan,” ungkapnya. 

Dalam menjalankan agenda ini, kata Ahmad Dhani, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikontrol pemerintah. “Supaya masa Islam garis lurus tidak bisa bisa bergerak, karena Imam nya sudah dilumpuhkan,” jelas Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani mengatakan, pada 1965 Nasakom gagal. “Kita lihat tahun 2021 ini,” paparnya.[suaranasional]