Mensos Risma Diminta Blusukan Ke Pengungsi Nduga Papua, Yang Jauh Lebih Membutuhkan

[PORTAL-ISLAM.ID] Baru sehari berdinas sebagai Menteri Sosial, Tri Rismahirini alias Risma sudah mencuri perhatian publik dengan aksinya blusukan di kawasan aliran Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial, Senin (28/12/2020).

Aksi blusukan Mensos Risma ini menuai beragama tanggapan warganet. Banyak yang menilai aksi Risma hanya pencitraan.

Jika benar Mensos Risma peduli dengan nasib rakyat yang tengah menderita, warganet menantang Risma untuk blusukan ke pengungsi Nduga Papua.

"Bu Mensos, panjenengan gak ada rencana blusukan ke Kab Nduga Papua? Udah tahun ke-3 pengungsi tak dapat pulang dan hidup tak layak," kata Agnes L Fera di akun facebooknya.

[December 2, 2020]
Dua tahun terakhir, sedikitnya 400 pengungsi Nduga meninggal

Ratusan pengungsi Kabupaten Nduga, Papua meninggal dunia selama mereka berada di sejumlah lokasi pengungsian di Kabupaten Jayawijaya, dua tahun terakhir.

Relawan pengungsi Nduga, Sipe Kelnea mengatakan sedikitnya sudah ada 400 pengungsi Nduga di Kabupaten Jayawijaya telah meninggal dunia, karena beberapa faktor. Di antaranya karena masalah kesehatan, faktor lanjut usia dan penyebab lainnya.

Pernyataan itu dikatakan Sipe Kelnea ketika berdiskusi dengan Tim Keluarga Alumni Universitas Cenderawasih Jayapura atau KAMI UNCEN, di Kota Wamena beberapa hari lalu.

“Sudah ada sekitar 400 orang pengungsi Nduga meninggal di [lokasi pengungsian di sekitar Kota] Wamena. Belum lagi pengungsi Nduga yang ada di tempat (kabupaten) lain,” kata Sipe Kelnea.

Katanya, pengungsi Nduga yang di Jayawijaya awalnya hanya berada pada beberapa lokasi. Akan tetapi, kini mereka telah menyebar ke berbagai wilayah di sana.

Pengungsi secara berkelompok maupun pribadi, masing-masing mencari lokasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara berkebun.

“Bagi saya, siapapun yang mau dengan tulus membantu kami, kami terima. Saya hanya sayangkan sudah banyak anak anak daerah Nduga menjadi tenaga medis, tapi sampai sekarang tak ada yang membantu menangani masalah kesehatan pengungsi,” ujarnya.

Sipe Kelne yang juga seorang evangelis (pekabar injil) itu menyatakan, kini pemerintah dan DPRD Nduga terkesan tidak memperhatikan warganya yang ada di pengungsian.