Manfaat Mengingat Dosa Masa Lalu

Manfaat Mengingat Dosa Masa Lalu

Oleh: Husain Abdur Razzaq

Selama kita masih hidup di dunia ini, tidak aneh kalau kita terjatuh pada dosa atau kekurangan dalam beramal, karena tidak sengaja atau pun dengan sengaja, dosa kecil atau pun dosa besar, dosa kepada Allah atau pun dosa kepada Allah dan kepada sesama manusia. 

Allah, dengan karunia dan kasih sayangNya, mengampuni orang orang yang bertaubat dari dosa dosa mereka, bahkan walaupun dosa dosa itu bertumpuk membumbung tinggi sampai menyentuh pintu langit.

Apakah mengingat dosa dosa masa lalu itu bermanfaat? Apakah itu penting? Atau melupakan semua dosa itu lebih baik bagi kita?

Saya berpendapat bahwa mengingat dosa dosa masa lalu itu memberi banyak manfaat imani yang sangat banyak, di sini saya sebutkan secara singkat, sebagai berikut:

1. Mengingat dosa masa lalu itu berarti menyadari nikmat Allah kepada kita yang telah menutup aib kita, memberi kesempatan kepada kita untuk bertaubat. Kesadaran ini mengantar kita untuk selalu bersyukur kepada Allah dengan hati, dengan lisan dan dengan terus beramal.

2. Mengingat dosa masa lalu itu mengantar kita kepada sikap merendah dan menghinakan diri di hadapan Allah, tidak merasa sudah banyak beramal, tidak merasa berjasa, sebanyak apapun amal kita. Karena dalam catatan amal kita banyak kekurangan, banyak dosa, banyak noda hitam. Kita tidak pantas untuk berbangga dengan amal dan merasa sudah banyak beramal, karena sesungguhnya kita beramal selama ini sebagai upaya untuk menutup kekurangan masa lalu dan menghapus dosa yang sangat banyak.

3. Mengingat dosa masa lalu, membuat kita merasa malu kepada Allah dengan rasa malu yang mendalam, yang selanjutnya, mendorong kita untuk memperbanyak istighfar dan sungguh sungguh bertaubat kepada Allah.

4. Mengingat dosa masa lalu itu memperkuat semangat kita untuk mengoptimalkan pengamalan amal amal shalih, dengan niat ikhlas, dengan upaya menyempurnakan setiap amal sekarang, saat ini, dan bertekad untuk konsisten beramal, teguh pada keyakinan kebenaran, pada sisa umur yang akan datang.

5. Mengingat dosa masa lalu itu menghadirkan rasa iba dan kasih sayang kepada setiap orang yang kita lihat masih kurang beramal dan atau masih melakukan dosa dosa, serta membantu mereka untuk bertaubat kepada Allah dan mengantar mereka untuk menjadi lebih baik.

"..demikianlah keadaan kamu dulu, lalu Allah memberi nikmat kepadamu" QS: AN-NISA' (4): 94 

Bakr bin Abdullah Al-Muzani -Rahimahullah- pernah mengatakan:
 
"Kalau kamu melihat orang yang lebih tua darimu, katakanlah pada dirimu: "Orang ini telah lebih dulu beriman dan beramal shalih dari saya; karena itu, orang ini lebih baik dari saya".  Kalau kamu melihat orang yang lebih muda darimu, maka katakanlah pada dirimu sendiri: "Saya telah lebih dulu berbuat dosa dari orang ini; karena itu, dia lebih baik dari saya".

Jadi, mengingat dosa masa lalu itu, Demi Allah, ia adalah salah satu pintu yang sangat luas untuk mendapatkan kebaikan. Ini adalah motivasi dan pendorong yang sangat baik untuk mendaki di Jalan Taqwa, melipat gandakan amal ibadah dan kebaikan, berzikir dan berdo'a setiap saat.

WASPADA

Tapi kalau mengingat dosa sambil "menikmatinya", atau mengakibatkan "pesimistis" terhadap kasih sayang Allah -Na'udzubillah-, itu adalah pintu keburukan yang sangat besar; maka jangan berlama lama pada pikiran yang seperti itu, karena itu adalah pintu syetan, bisikan iblis, maka bersegeralah meminta perlindungan kepada Allah dari semua itu. Waspadailah perasaan dan pikiran negatif itu, karena itu dapat menghalangi beramal dan beribadah, bahkan membuka kembali pintu dosa.

Mari kita terus belajar. 
Mari kita terus bertafakkur. 
Mari kita terus berbuat baik. 
Semoga Allah senantiasa berbuat baik kepada kita semua. Amin.

(Diterjemahkan oleh: Dr. Muzakkir M. Arif)