Antara Edhy Prabowo dan Harun Masiku

Pertama saya lumayan terkejut dengan ditangkapnya Menteri KKP, Edhy Prabowo. Bukan karena posisi beliau seorang Menteri di Kabinet Pak Jokowi. Tapi setahu saya beliau adalah sosok "orang dekat" Pak Prabowo.

Bukan rahasia umum lagi. Jangankan jadi Menteri, sekelas Kader Partai seperti Harun Masiku saja bisa "terlindungi". Karena Partainya Partai Penguasa. Bagian dari Kekuasaan.

Saya ingat ketika Kasus Korupsi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan. Ada disebut nama salah satu Menteri. Tapi sampai Menteri tersebut diganti, Menteri terkait tidak bisa disentuh.

Begitu juga kasus "Papa Minta Saham" alias Setya Novanto. Ada nama Menteri yang disebut sampai 66 kali di rekaman percakapan yang menggegerkan publik pada tahun 2015 yang lalu. Sampai sekarang si Menteri tidak tersentuh.

Sekarang orang dekat Pak Prabowo dengan "mudah" bisa diciduk KPK. Jabatannya Menteri lagi. Saya rasa Pak Prabowo memang tidak cukup lihai untuk menjadi Politisi. Begitu mudahnya "team" beliau diacak-acak di sana-sini.

Kasus ini tentu saja akan membuat posisi Pak Prabowo semakin terjepit. Dari depan dihajar oleh lawan dan dari belakang akan dibully oleh mantan-mantan pendukung yang sakit hatinya belum sembuh-sembuh.

Sepertinya aroma persaingan menuju Pilpres 2024 lebih cepat datangnya. Para Pemodal tidak mau calon yang mereka siapkan diganggu-gugat. Nama Prabowo harus hilang dan nama Anies Baswedan mesti tenggelam. Tinggallah calon ketiga tanpa lawan.

Peta Politik semakin menarik untuk diikuti...

(By Azwar Siregar)