Anak Emas, Yang Kini Bikin Prabowo Cemas

Anak Emas, Yang Kini Bikin Prabowo Cemas

Nama Edhy Prabowo langsung mencuat, terkait diangkatnya menjadi Menteri Kelauatan dan Perikanan menggantikan posisi Susi Pudjiastuti yang terkenal dengan kalimat, "Tenggelamkan". 

Mantan asisten pribadi Prabowo ini memang pantas bila disebut anak emas Prabowo.

Edhy Prabowo lahir di Muara Enim, Sumatera Selatan pada 24 Desember 1971. Ia masuk Akabri pada 1991, tidak sampai lulus karena dikeluarkan terkena sanksi disiplin. Lalu merantau ke Jakarta dan diperkenalkan oleh seseorang untuk bertemu dengan Prabowo Subianto, yang kemudian diberikan pekerjaan di wilayah perbatasan Kalimantan. 

Selain dipekerjakan, ternyata Edhy juga disekolahkan dan disuruh latihan silat oleh Prabowo. Dan bahkan kemudian sampai diajak pula ke Yordania mengurus bisnis Prabowo.

"Dia itu dulu mantan sopir saya. Juga asisten pribadi saya. Bahkan dimulai dari mempersiapkan keperluan pribadi, sampai mencuci baju saya," ujar Prabowo saat menuturkan sosok Edhy Prabowo.

Prabowo yang membiayainya sampai lulus Universitas Moestopo (lulus pada 1997).

Selain loyalitas yang tinggi pada Prabowo, Edhy juga orang yang pertama kali gabung di Partai Gerindra. 

Karier politik Edhy Prabowo memang tidak sembarangan. Tiga kali terpilih berturut-turut sebagai anggota DPRD di dapil 1 Sumatra Selatan, adalah bukti bahwa sosoknya punya dedikasi tinggi dalam bekerja. Ditambah lagi saat dia berhasil melenggang ke DPR RI komisi IV membidangi pertanian dan perikanan, kiprah politiknya terus menanjak. 

Duduk sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional adalah bukti kepercayaan Prabowo terhadap dirinya bukan sembarangan. Bahkan duduknya Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan disinyalir juga berkat loby politik Prabowo saat akan menduduki Menhan. 

Kini Edhy Prabowo tersandung OTT kasus tindak pidana korupsi yang tentu membuat internal Gerindra jadi terganggu. Bahwa anak emas yang dulunya selalu ditimang dan disayang, kini membuat Prabowo cemas namun tak kuasa meradang. 

(By Ibhas Kiswotomo)