Asma Nadia: Membiasakan anak perempuan berjilbab sejak kecil, perbuatan yang salah? mengajarkan eksklusif? mengekang kebebasan?


Oleh: Asma Nadia

Benarkah membiasakan anak perempuan berjilbab sejak kecil berarti orang tua salah, sebab tidak memberi anak mereka kebebasan memilih?

Beredar video terkait ini, yang saya ragu para ortu yang diliput dan memperkenalkan anaknya berjilbab sejak kecil, diberi penjelasan menyeluruh terkait video seperti apa yang akan dibuat media (bukan untuk mengapresiasi melainkan mendiskreditkan sikap para bunda tersebut).

Seolah bunda-bunda yang memperkenalkan jilbab sejak kecil ke anak perempuannya melakukan perbuatan salah yang mendorong mereka ekslusif anak saat dewasa. Uniknya video ditutup dengan kesimpulan dari dua perempuan yang keduanya tidak berjilbab dan tendensius.

Sepertinya video dibuat oleh mereka yang belum menjadi orang tua, sebab jika sudah pasti tahu banyak pilihan memang harus dibuat orang tua tanpa menunggu anak dewasa, termasuk apa yang mereka makan, kegiatan harian, pilihan bacaan, tontonan, sekolah dll, sebagai bagian tugas ortu.

Termasuk memperkenalkan jilbab ke anak. Selama hal-hal yang tersebut dilakukan orang tua dengan kelembutan, tanpa melakukan kekerasan, diberikan penjelasan, tentu bukan hal yang salah. Sebab mengenakan jilbab bukan hal asusila/ cacat secara norma atau agama. Justru sebaliknya.

Membiasakan anak berjilbab tidak lantas membuat anak-anak menjadi ekslusif. Putri saya @salsarantshere berjilbab dgn kemauannya setelah baligh, meski melalui proses pembiasaan. Tapi jilbab tdk membuat salsa ekslusif, dia kerap diundang ke forum2 internasional sbg pembicara.

Teman-temannya berasal dari berbagai suku, bangsa juga agama. Jilbab dan menjadi ekslusif 2 hal berbeda. Saya berjilbab umur 15 tahun, menjadi satu-satunya penulis berjilbab di berbagai forum writers in residence di Korea, Spanyol, Hongkong, Swiss juga USA. Berhub baik dengan semua.

Banyak hal yang bisa  menjadi catatan untuk kita perjuangkan bagi anak2 Indonesia. Kecam & tindak ortu yang melakukan kekerasan, pelecehan, menelantarkan/membuang anaknya. Bukan mengecam ortu yg berusaha memperkenalkan hal2 baik, apalagi tercantum di kitab suci yg mrk yakini.

Kamu muslim dan tidak setuju  membiasakan anak berjilbab? Tidak apa-apa. Silakan terapkan hal berbeda untuk keluarga dan anak-anakmu. Tidak ada paksaan untuk mengikuti pola keluarga lain, tapi tentu kita bisa tetap saling menghargai kebijakan di tiap keluarga selama baik, meski berbeda.

Yang buat video bias kemarin coba buka mata buka telinga deh sebelum mengidentikkan muslimah berjilbab ekslusif. Kebaca banget kurang bergaulnya, Sebab makin banyak sosok berjilbab yang eksis, keren dan inklusif ya di tanah air, ya dunia.

(Dari twitter @asmanadia)