Yang Khawatir dan Cemburu Pada Duo F


YANG KHAWATIR DAN CEMBURU PADA DUO F

Penghargaan pada Fadli Zon dan Fahri Hamzah benar-benar mengusik rasa netizen. Pemerintah melalui Jokowi pasti ada alasan mengapa memberikan penghargaan pada mereka berdua.

Bintang Mahaputera Nararya adalah penghargaan nomor 2 tertinggi pada rakyat sipil atas pengabdiannya pada negara. Nararya sendiri merupakan sub dari Bintang Mahaputera. Diberikan pada Fadli Zon dan Fahri Hamzah karena pengabdian mereka pada lembaga negara dalam kurun waktu.

Fahri Hamzah sudah 15 tahun berada parlemen dan pernah menjadi pimpinannya. Fadli Zon hingga sekarang masih menjadi anggota DPR dan pernah juga duduk sebagai pimpinan DPR, mereka berdua adalah 'Singa Senayan' yang selalu mengaum pada pemerintah. Bukan hanya pada Jokowi, pada pemerintahan SBY pun mereka sangat garang.

Boleh saja menganggap penghargaan ini adalah jebakan, namun Fadli Zon pun sudah memberikan tanggapannya. Penghargaan apapun tidak akan mengubah apa yang pernah ia lakukan. Justru ia ingin membuktikan, bahwa kritik itu adalah kontrol yang harus selalu ada.

Fadli Zon sudah membuktikannya, saat Gerindra terlibat dalam koalisi pemerintah. Suaranya tetap keras dan lantang menghujam pemerintahan Jokowi. Gak terpengaruh dengan koalisi yang dijalin partainya, padahal jabatan beliau adalah waketum di Gerindra.

Fahri Hamzah pun begitu, setelah keluar dari PKS dan membentuk partai baru, dirinya masih tetap konsisten kritisi negara.

Mereka berdua adalah etalase Oposisi sejati yang tidak terbeli dan tidak bisa dicari kesalahannya dengan kriminalisasi hukum, karena bersih dari kepentingan pribadi.

Terpilihnya mereka menyebabkan ada kecemburuan yang berbasis tidak menerima mengapa mereka yang terpilih.

Kubu pendukung Jokowi mungkin masih terngiang makian dan kata-kata tajam Duo F ini pada Jokowi. Wara-wiri mengisi program acara talk show TV, memberikan opini secara lugas dan mempengaruhi masyarakat atas informasi yang dikeluarkan. Mereka berdua benar-benar jadi momok bagi pendukung Jokowi.


Ada satu lagi kubu yang cemburu, jika basisnya lantang bersuara, mengapa bukan 'aku' yang dipilih? Mengapa bukak kader dari partai gue?

Mengecam dan meragukan eksistensi Duo F ketika menerima penghargaan, akankah menjadi diam atau tetap lantang. Namun ada keinginan ikut diundang juga menerima penghargaan. Lucu ahhh..😁

Sudjiwo Tedjo berkata, "Saya termasuk yg tak khawatir Bintang Mahaputra Nararya akan membuat Bang Fadli Zon & Bang Fahri kurang vokal lg. Sebab mrk bukan Jawa. Org Jawa seperti saya, sesuai filsafat penulisan Hanacaraka, kalau dipangku/dipuji/dihargai bukan saja kurang vokal lg tapi mati/jd konsonan."


Tipikal FH dan FZ itu berani karena benar. Bukan berani karena minta penghargaan. Bagi yang mengikuti sepak terjang mereka sejak dijuluki singa senayan, pasti tau apa saja ancaman yang pernah mereka dapatkan agar membungkam mulut untuk tetap kritis pada pemerintah.

Banyaknya kekhawatiran publik atas penghargaan yang mereka terima, adalah satu bukti bahwa mereka memang belum tergantikan di hati masyarakat.

(By Iwan Balaoe)