HEBOH FELIX SIAUW SALAH BACA AL-QURAN, BEGINI CARA MENGOREKSINYA...


FELIX SIAUW SALAH BACA AL-QURAN

Belakang ini heboh di medsos tentang video ustadz Felix Siauw yang salah baca ayat pertama surat al-Jumuah dan juga menyampaikan penafsiran yang salah terhadap kata al-hakim di ayat tersebut. Kalau diperhatikan kehebohan tersebut banyak berasal dari kalangan orang-orang pesantren. Reaksi beragam, dan umumnya meminta agar Felix Siauw untuk mengaji lagi dan berujung kepada saran untuk ‘menyadarkan umat’ agar meninggalkan pengajian ustadz Felix dan ‘kembali kepada kiyai’. Tidak lupa mengkait-kaitkan status Felix Siuaw sebagai simpatisan HTI.

Salah seorang rais syuriah NU bahkan menuduhnya telah menafsirkan ayat berdasarkan hawa nafsu.

Saya mengikuti videonya dan faktanya kesalahan baca memang terjadi, bersifat fatal dan penafsiran yang tidak tepat karena kata al-hakim pada Jumuah 1 disematkan sebagai sifat Allah yang Maha Bijaksana. Sedangkan ketika dia menafsirkan kata al-hakim dengan ‘orang yang memiliki hikmah’, sekalipun ini tidak tepat, namun kelihatannya Felix berusaha merefleksikan sifat Allah itu kepada sifat manusia.

Namun reaksi ‘kaum pesantren’ kelihatannya juga berlebihan, nyaris terkesan mau menunjukkan ‘otoritas’ mereka dalam ilmu Al-Quran. Kesalahan yang terjadi sebenarnya masuk akal karena semua orang tahu kalau ustadz Felix tergolong Muslim awam, sekalipun dia sering dipanggil ustadz dan diundang ceramah. Kesalahan baca seperti ini tidak sulit kita temukan pada sebagian besar umat Islam yang lain karena memangnya berapa persen dari kaum Muslim yang masuk pesantren dan belajar ngaji dengan benar? Seharusnya koreksi cukup disampaikan dengan meluruskan yang salah, tidak perlu ditambah-tambahi dengan ‘jangan diikuti lagi’ apalagi dituduh menafsirkan Al-Quran menurut hawa nafsu.

Menafsirkan Al-Quran menurut hawa nafsu itu seharusnya dimaknai: menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, membolehkan yang dilarang, menolak yang dibolehkan, umumnya seperti yang dilakukan oleh kaum liberal sekuler. Kefasihan dalam ilmu agama tidak menentukan lurus atau menyimpangnya pemikiran ke-Islam-an seseorang. Bukankah tokoh-tokoh liberal sekuler mayoritas adalah produk pesantren? Snouck Hugronje sang orientalis jelas orang yang fasih Al-Quran dan belajar Islam langsung ke tanah Arab sana, namun dia adalah kafir yang memakai kefasihannya untuk merusak Islam.

Sekalipun salah, namun Felix Siauw tidak terlihat ingin menyelewengkan atau menyimpangkan ajaran Islam.

Kalaulah kefasihan ilmu agama menjadi syarat, maka surga tentunya menjadi hak para lulusan pesantren saja. Orang Islam awam yang cuma tahu membaca Al-Quran dari guru di surau-surau kampung dipersilahkan antri di belakang.

(Archa)

***

Berikut video kesalahan Baca Al-Quran Felix Siauw dan cara mengoreksi Yang Benar.

[Video - Mengoreksi Bacaan Al Qur'an Ustad Felix Siauw]
loading...