Pancasila Dari Ujung Sumatera... 'Terimakasih Aceh, Inilah Pancasila yang Sebenarnya'


Pancasila Dari Ujung Sumatera

94 pengungsi Rohingya yang belum jelas arahnya dari Bangladesh atau dari Rakhine, Myanmar terombang-ambing dilautan lepas.

Awalnya mereka ditolak untuk merapat ke perairan Aceh oleh petugas yang mewakili pemerintah, namun penduduk setempat terlihat memaksa untuk membawa mereka ke daratan melihat penderitaan pengungsi diatas kapal.

Mereka kehausan, kelaparan dan butuh pertolongan.

"Biar kami yang menjemputnya. Kami juga yang akan memberikan mereka makanan.."

Ujar seorang penduduk dengan nada kekesalan pada salah satu aparat yang melarang pengungsi Rohingya merapat ke daratan.

Penduduk tepi pantai bahu membahu mengulurkan bantuan secara spontan. Dalam waktu singkat sudah terkumpul uang 1,3 juta yang mereka belikan nasi bungkus dan air mineral. Kapal-kapal nelayan penduduk menjemput kapal pengungsi Rohingya dan menariknya ke tepi pantai.

Sampai di tepi pantai, penduduk yang sudah menunggu menjemput dan menggendong mereka yang terlihat lemas. Di tepi pantai pengungsi diberi makan dan juga air.

Isak tangis pengungsi saat mereka terselamatkan oleh penduduk Aceh. Kerasnya keinginan warga Aceh membantu, mengisyaratkan bahwa Pancasila itu sudah mereka praktekkan saat melihat sekumpulan manusia sedang bertaruh dengan nyawa di lautan.

Inilah Pancasila yang sebenarnya, 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab' mereka tunjukkan pada pengungsi Rohingya. Sukarela masyarakat Aceh ini ikut menggerakkan pemerintah mereka yang langsung ikut memberikan fasilitas bagi pengungsi.

Protokol kesehatan langsung diterapkan. Para pengungsi melakukan serangkaian tes covid19 di ruang khusus, jika ada yang reaktif mereka akan diisolasi pada fasilitas yang ada. Kebutuhan mereka yang awalnya dipenuhi oleh penduduk secara sukarela, saat ini sudah ditanggung pemerintah setempat.

Sebuah bukti Pancasila itu sudah didalam jiwa masyarakat kecil kita.

Dari Aceh, Ujung Sumatera...Pancasila itu berjaya. Menampar pemerintahan pusat yang coba untuk mengancamnya. (Iwan Balaoe)

[Video]
loading...