NATUNA HANYA PENGALIHAN ISU?


NATUNA HANYA PENGALIHAN ISU

Ada tiga peristiwa besar yang tejadi di penghujung tahun 2019 dan awal tahun 2020.

Peristiwa pertama, tentang Banjir di Jabodetabek, plus Banten dan Jawa Barat.
Peristiwa kedua, Kasus pelanggaran perbatasan ZEE di perairan Natuna oleh China.
Peristiwa ketiga, Kasus Jiwasraya.

(1) Pada kasus pertama, Anies Baswedan sudah dikorbankan. Meski peristiwanya sendiri, terjadi pada lintas provinsi. Jawa Barat, Banten dan DKI.

Tetapi, mengapa kesalahan dituduhkan hanya pada Anies. Disini tercium aroma tidak sedap itu. Makin digoreng masalahnya, makin menjadi keruh. Karena, akhirnya, akan bermuara pada pertanyaan, mana janji Gubernur DKI enam tahun lalu, yang sengaja meninggalkan jabatan sebagai Gubernur. Dengan alasan, masalah DKI akan selesai, jika beliau jadi Presiden RI.

(2) Pada kasus kedua, korban berikutnya Prabowo Subianto (PS). Meski, tiga bulan lalu saat pengumuman kabinet, dengan gamblang Jokowi mengatakan bahwa tidak ada visi misi Menteri. Yang ada, adalah visi misi Presiden.

Analog dengan kasus Pertama. Jika, PS di goreng-goreng terus. Maka, akan muncul jawaban, bahwa PS hanya pembantu Presiden dan tidak mengemban visi misi. Maka, kebijakan yang dilakukan PS, seluruhnya menjadi tanggung jawab yang memiliki visi misi. Yakni Presiden RI.

(3) Pada kasus ketiga. Yakni Skandal Jiwasraya. Siapa yang akan dikorban? Padahal jumlah nominal kerugian negara yang diakibatkan. Jumlahnya luar biasa besar. Yakni dua kali lipat dari kasus Bank Century. Jumlah kerugian kasus Bank Century 7,4 T. Jumlah kerugian kasus Jiwasraya 13,7 T.

Jika pada kasus Jiwasraya tidak mudah untuk menghadirkan sosok yang dapat dikambing hitamkan. Maka, wajar saja, jika masyarakat menduga-duga, bahwa pada kasus Natuna, sengaja di blow-up secara besar-besaran sebagai upaya pengalihan issue dari Mega Kasus Jiwasraya.

Semua sahabat, tentunya bebas untuk mengemukakan pendapat, termasuk bisa saja tidak sependapat dengan pendapat saya. Untuk itu, saya tunggu pendapat semua sahabat, dari tulisan ini.

Silahkan.

By Iskandar Zulkarnain [fb]