Dinasti Politik: Bumerang Keluarga Presiden


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 diramaikan dengan wacana dinasti politik Presiden Joko Widodo. Dua keluarga Presiden akan maju di pentas politik daerah.

Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, akan maju di Pilkada Solo. Menantu Presiden, Bobi Nasution yang juga putra daerah, akan maju lewat Pilkada Medan. Dinasti politik di Pilkada 2020 ini dinilai menjadi bumerang keluarga Presiden.

Memang, dari survei lembaga Media Survei Nasional (Median) di Solo, mayoritas warga tidak menganggap Gibran maju karena dinasti politik. Namun, tidak sedikit juga yang menilai hal itu sebagai dinasti politik.

“Bisa kita lihat, ada 55,5 persen warga Solo yang menganggap majunya Gibran bukan dinasti politik dan 41,6 persen politik dinasti, meskipun pandangan mereka salah secara teoritik,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Senin 16 Desember 2019.

Rico mengingatkan, isu dinasti politik menjadi bumerang buat putera Jokowi jika tidak dapat dikelola dengan baik. Suara Gibran akan tergerus dan dikalahkan oleh calon PDIP, Achmad Purnomo yang kini menjabat Wakil Wali Kota Solo.

Namun, dia menyebutkan proses Pilkada kali ini cukup fair, meskipun agak menimbulkan resistensi. Gibran juga dapat mengambil peluang dengan memainkan faktor emosional anak muda yang menganggap majunya dia bukan dianggap dinasti politik.

“Nah, jika isu dinasti politik ini mencuat, maka bisa jadi pengancam Gibran. Tapi jika bisa diatasi, maka Gibran bisa saja mengalahkan Achmad Purnomo,” ujarnya.

Sumber: Indonesia Inside
Baca juga :