Dua Anugerah Allah Menuju Indonesia 5 Besar Dunia


Dua Anugerah Allah Menuju Indonesia 5 Besar Dunia

Ditengah hiruk pikuk Pilpres, saya ingin memunculkan optimisme yang bisa jadi dianggap bualan. Indonesia menjadi kekuatan terbesar ke 5 Dunia.

Indonesia saat ini masuk dalam G-20 berada diposisi ke 16 sebagai negara ekonomi terkuat di Dunia. Kenapa masih di posisi 16?

Sebenarnya Indonesia dianugerahi Allah untuk menjadi negara besar tapi belum dikelola dengan baik, ada dua keunggulan yang sulit ditandingi negara lain, yaitu jumlah penduduk dan kekayaan alam.

Kenapa Jumlah penduduk merupakan keunggulan, karena jumlah penduduk merupakan faktor produksi yang dapat menghasilkan produk dan jasa. Dua negara dengan jumlah penduduk tertinggi, Cina dan AS membuktikannya. Jika jumlah penduduk yang banyak memiliki produktifitas tinggi maka akan menjadi kekuatan besar.

Namun Jumlah penduduk akan berbalik arah menjadi bencana apabila penduduk menjadi beban karena miskin dan berdaya saing rendah. Tidak produktif karena kurang dalam pendidikan. Berdaya beli rendah karena perkapita juga rendah. Itu gambaran Indonesia saat ini.

Jumlah penduduk menjadi beban bukan menjadi modal, karena Indonesia dalam hal Pendidikan masih rendah, berdasarkan penelitian lembaga Internasional PISA, pendidikan Indonesia berada di peringkat 57, bahkan di ASEAN berada di posisi 5 dibawah Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei.

Modal Utama kedua yang diberikan Allah kepada Indonesia adalah sumber daya alam. Indonesia adalah 10 negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Artinya dengan sumberdaya alam ini, Indonesia seharusnya jadi negara besar.

Namun dengan modal ini, Indonesia juga belum mampu memiliki Comparative advantage dalam perdagangan Internasional. Justru Indonesia mengalami defisit. Lebih besar import dari pada eksport. Apa sebabnya? Adalah lemah teknologi.

Lembaga Internasional melakukan riset bahwa dalam pembangunan teknologi, Indonesia berada di posisi 111 dari 176 negara. Di Asean pun ketinggalan dengan Malaysia, Vietnam, Brunei. Teknologi lah yang mampu menambah nilai sumber daya alam menjadi bernilai tinggi. Indonesia mengeksport bahan mentah yang relatif murah.

Rendahnya pembangunan teknologi tidak bisa dilepaskan dari rendahnya anggara riset atau Research and Development (R & D) Indonesia. Anggaran riset Indonesia sejak merdeka kurang dari 1% PDB. hanya 0,21 dari PDB. Berbeda jauh dengan Malaysia yang telah menganggarkan 2,8% PDB. Korea hingga 4% PDB, Jepang 3% PDB tak heran meskipun dua negara ini tak sekaya Indonesia mereka lebih maju.

Sehingga dari uraian saya diatas, saya ingin menegaskan bahwa, Indonesia punya potensi besar untuk membawa Indonesia menjadi negara besar, namun harus diperkuat dengan penguatan SDM yang berdaya saing dan perkembangan teknologi baru.

Jika kita bicara Indonesia 5 besar dunia, kita akan bicara kualitas sumberdaya manusia dan teknologi.

By Arka Atmaja
Pegiat Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Jateng


Loading...