Terlalu Goblok Kalau PKS Memusuhi GARBI


Oleh: Ustadz Abrar Rifai*

Saya bilang, terlalu goblok PKS kalau terus-terusan memusuhi Garbi. Sebab, bagaimana pun, yang lebih pasti akan memilih PKS itu adalah orang Garbi. Bukan yang lain.

Eh dibalik, “Jangan mau jadi orang goblok, Brar. Terus kalau tidak milih PKS, lantas Garbi mau pilih partai apa?” Saya jawab, untuk saat ini, ada banyak partai yang lebih baik dari PKS untuk dipilih. PKS saat ini adalah partai yang paling bobrok dalam persoalan soliditas. Ini adalah kondisi terburuk sejak partai ini berdiri.

Jadi, saya dan teman-teman yang sudah tidak di PKS lagi sekarang, kalau pun nanti tetap memilih PKS, bukan karena PKS-nya yang bagus. Tapi lebih karena kasihan, sebab bagaimana pun di sana masih banyak teman-teman kita.

Seorang teman bertanya, apakah kalau tidak ada Garbi saya akan memberikan pernyataan seperti di atas? Saya jawab, ada atau tidaknya Garbi tidak akan mempengaruhi penilaian saya terhadap wajah PKS hari ini. Kemunculan Garbi itu hanyalah satu diantara dampak salah kelola partai ini.

Ada lagi yang menjawab, bahwa PKS tidak pernah berharap kepada selain Allah. Saya jawab, kalau persoalan berharap pada Allah, jelas tidak ada yang lebih besar harapannya pada Allah selain Rasulullah Muhammad saw. Beliau, Rasulullah sudah dijamin kemenangannya oleh Allah, pun tetap logis menghadapi persoalan.

Ada lagi yang sangat sadis, status saya dijawab dengan Surat Al A'raf: 176. Alamak, saya disejajarkan dengan anjing. Dianggap menyimpan dengki yang tidak berkesudahan. Dianggap bagian dari orang-orang yang mengingkari agama Allah. Jadi PKS = ayat-ayat Allah. Mengingkarinya, sama dengan mengingkari ayat-ayat Allah. Ckckckck.

Terus-terusan mendengki PKS? Secara pribadi, apa yang harus saya dengki kepada PKS? Sekali lagi, saya merdeka. Silakan dicek di darat, di laut atau pun di udara, apakah saya termasuk bagian dari Garbi? Yang bisa membuktikan saya Garbi, nanti saya kasih hadiah :)

Selama ini saya mengkritisi PKS, karena berharap ada perbaikan. Saya masih berharap, dua kelompok yang bertikai bisa islah. Tapi ketika islah sudah tidak mungkin terjadi, saya sebenarnya sudah menarik diri dari upaya serangan kepada PKS. Silakan dicermati status-status saya, sejak kasus pembelahan ini terjadi hingga hari ini.

Ada pun status saya hari ini, “Kalau PKS terus-terusan memusuhi Garbi, itu adalah segoblok-gobloknya sikap politik,” itu dalam rangka mengingatkan PKS, jangan abaikan dukungan Garbi ini. Sebab secara ideologis dan kedekatan emosi, Garbi adalah komunitas yang paling mungkin mendukung PKS. Jadi, jangan dimusuhi, setidaknya hingga usai Pemilu 2019.

Sampai di sini, ngerti tidak, Sayang?

*fb penulis