Pemuda Muhammadiyah Sudah Kembalikan Rp 2 M, Warganet Sindir Tunggakan Pemerintah (BPJS) Rp 300 M ke RS Muhammadiyah


[PORTAL-ISLAM.ID] Pemuda Muhammadiyah akhirnya mengembalikan uang sebesar Rp 2 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. Uang tersebut berkaitan dengan kegiatan Kemah Pemuda Islam di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 16-17 Desember 2017.

Ketua Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani menegaskan pengembalian uang itu demi harga diri Muhammadiyah.

"Ini soal harga diri yang selama ini kami perjuangkan untuk core gerakan Pemuda Muhammadiyah melawan korupsi," ujar Fanani yang juga menjadi ketua panitia Kemah Pemuda, Jumat malam, 24 November 2018.

Ahmad Fanani menyampaikan uang tersebut berasal dari kas organisasi Pemuda Muhammadiyah. Langkah ini diambil setelah polisi memeriksa dugaan korupsi dalam kegiatan kemah pemuda. “Kami merasa seakan dituduh mengkorupsi anggaran tersebut,” katanya.

Pengembalian dana ke Kemenpora, kata Fanani, dilakukan sebelum Dahnil Anzar diperiksa polisi. Dana itu diserahkan dalam bentuk cek.

Pasca pengembalian dana Rp 2 M dari Pemuda Muhammadiyah ke Pemerintah (Kemenpora) ini, beberapa pihak menyindir balik kapan pemerintah dalam hal ini BPJS melunasi utang Rp 300 Miliar ke RS Muhammadiyah di Jawa Tengah.

Seperti dilansir detikcom (24/9/2018), BPJS Disebut Masih Utang Rp 300 M ke RS Muhammadiyah di Jateng.

Tunggakan BPJS pada rumah sakit milik Muhammadiyah di Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp 300 miliar. Khusus di RS Muhammadiyah Roemani Semarang saja Rp 48 miliar.

"BPJS harus dibenahi karena ada 32 rumah sakit dengan total (tunggakan) Rp 300 miliar. Di RS Roemani saja Rp 48 miliar," kata Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir ketika didatangi Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahudin Uno di kantornya, Semarang, Senin (24/9/2018).

Link: https://news.detik.com/jawatengah/4226114/bpjs-disebut-masih-utang-rp-300-m-ke-rs-muhammadiyah-di-jateng

Itu baru Jawa Tengah. Belum tempat lain.

NB:
- Muhammadiyah itu ormas paling kaya. Mandiri secara ekonomi. Bukan pengemis bantuan. Malah yang menggelontorkan bantuan.
- Jangan permalukan Muhammadiyah dengan "uang receh" Rp 2 M
- Ini soal izzah (harga diri)

Baca juga :