Jokowi angkat tangan, Presdir Hyundai: Esemka harus melalui tahap RnD yang sangat detail dan berat sebelum diproduksi massal


[PORTAL-ISLAM.ID] Pengembangan mobil dari produksi dalam negeri alias mobil nasional, seperti Esemka, memiliki tantangan super berat dan butuh komitmen yang konsisten dalam jangka panjang.

Praktisi otomotif senior yang juga Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia, Mukiat Sutikno, mengungkapkan mobil Esemka yang sempat digadang-gadang menjadi merek Indonesia akan melalui jalan terjal sebelum bisa diproduksi secara massal dan komersial.

"Di luar isu politiknya, Esemka tentu harus melalui tahap research and development (RnD) yang sangat detail dan berat, terutama engine dan safety-nya, karena itu kan jadi reputasi Indonesia juga," kata Mukiat ketika dihubungi, Kamis (25/10/2018), seperti dilansir CNBCIndonesia.

Ia mengatakan, komitmen dari Pemerintah untuk membuat mobil nasional tidak boleh setengah-setengah dan putus, apabila ingin menjadikan Esemka menjadi merek otomotif Indonesia.

Namun demikian, ia menyebut ada beberapa opsi untuk mempercepat mimpi Indonesia memiliki mobil nasional. Pertama, membeli pabrikan yang sudah mapan.

Mukiat mencontohkan merek nasional China, Geely, yang membeli Volvo dari Ford Motors pada 2009. Dengan akuisisi tersebut, Geely bisa mengadopsi teknologi dan RnD Volvo.

Berikutnya, bekerja sama juga dengan pabrikan. Hal ini, tuturnya, dilakukan oleh mobil nasional Vietnam, VinFast Automotive Group, yang menjalin kerja sama dengan General Motors.

"Bahkan CEO Vinfast Jim DeLuca itu kan orang GM juga."

Ia menyebut, cara-cara tersebut akan memperpendek waktu yang dibutuhkan apabila Indonesia memang bermimpi memiliki merek mobil nasional seperti Malaysia yang memiliki Proton.

"Mungkin sekitar 3-5 tahun kita sudah punya merek nasional yang lolos Euro 4," ungkap Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia ini.

Sebelumnya, Isu produksi mobil nasional yang mengarah pada merek mobil Esemka kembali menghangat menjadi isu politik menjelang gelaran Pemilihan Umum 2019.

Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut mobil Esemka yang pernah dirintis Joko Widodo atau Jokowi akan diluncurkan pada bulan Oktober ini.

"Bulan Oktober nanti akan diluncurkan mobil nasional bernama Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran," kata Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Jember, Kamis, 27 September 2018, seperti dilansir Tempo.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ma'ruf Amin ketika memberikan tausiah di hadapan ratusan santri dan ulama Nahdlatul Ulama. "Nanti ke depan ada harapan tumbuh mobil nasional Nuris jadi tidak mustahil. Semua usaha juga dimulai dari kecil," katanya disambut tepuk tangan meriah ratusan orang yang hadir dalam acara silaturahmi itu.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyatakan tidak ada sangkut pautnya lagi dengan mobil Esemka yang turut melambungkan namanya sebagai walikota Solo yang mengantarkannya jadi Presiden RI.

"Mobil Esemka itu produk uji coba anak-anak SMK Surakarta dibantu teknisi perusahaan besar. Sebagai wali kota saat itu saya dukung upaya mereka. Sekarang pun begitu. Industri yang kerjakan, pemerintah hanya mendukung. Masak Presiden buat pabrik dan bikin mobil Esemka sendiri," kicau Jokowi di akun twitternya @jokowi hari ini, Kamis (25/10/2018).