ARAH BARU ERDOGAN


[PORTAL-ISLAM.ID] Bertepatan dengan hari jadi Republik Turki yang ke-95, Senin 29 Oktober 2018, Presiden Recep Tayyp Erdogan meresmikan Istanbul New Airport. Megaproyek ini akan semakin mengokohkan posisi Turki sebagai negara terkuat dunia. (Video dibawah)

Dalam diri Erdogan saya lihat "logika keberanian" sangat dominan. Di saat ekonomi Turki dihabisi, keamanan dipermainkan bahkan usaha kudeta terhadapnya tidak pernah berhenti, Erdogan berani terus maju dengan logika yang matang. Di tangan Erdogan Turki menuju #ArahBaru menjanjikan.

Membaca cara Erdogan bergaul dengan para pemimpin negara kuat dunia, melihat cara Erdogan berbicara dengan negara-negara muslim, bisa ditarik kesimpulan bahwa keberhasilan Turki adalah keberhasilan dunia terutama dunia Islam.


Dalam pidatonya di hadapan tamu undangan tadi, Erdogan juga mendoakan korban Lion Air JT610 dan menyampaikan belasungkawa pada keluarga yang ditinggal.

Ketika Erdogan naik menerima mandat (14 Maret 2003), Turki tidak lebih baik dari Mesir. Kotanya kumuh, hutang menumpuk dan politik sangat jauh dari kata stabil. Ketika itu mustahil membayangkan Turki akan sejajar dengan negara-negara Eropa seperti hari ini.

Ada yang menganggap dirinya sekuler, ada yang menuduhnya Ikhwan, bahkan wahabi, tapi Erdogan hanya punya satu kepentingan yaitu memajukan Turki. Dia maju tanpa polesan sehingga bisa bekerja tanpa takut citranya luntur.

Apa adanya tidak hanya di hadapan pesaingnya di dalam negeri, tapi juga di hadapan pemimpin negara kuat dunia. Dia pernah marah pada Macron, tertawa bersama Putin dan berbelas kasih pada Merkel. Dia tampil menjadi dirinya bukan menjadi orang lain.

Erdogan memarahi Ben Salman dan dalam satu waktu menjaga marwah Saudi di hadapan Amerika. #ArahBaru yang dirintisnya penuh kedewasaan bukan picisan.

Politiknya jauh melampaui logika kaum Islam Politik lainnya di dunia. Politik identitas sejak lama ditinggalkannya, bahkan sebelum peresmian Istanbul New Airport tadi Erdogan berziarah ke makam Attaturk, namun puji dan doa pada Allah yang pertama dipanjatkannya sebelum berpidato.

Embel-embel Islam atau dakwah tidak terpaku di tataran teori. Namun Turki terdepan membantu Gaza, terdepan membantu pengungsi Suriah dan Rohingya juga membuka pintu bagi pencari suaka politik yang dikejar firaun As-Sisi di Mesir. Al ibrah fil musammaa' la fil asmaa'.

Sekarang #ArahBaru yang dirintis Erdogan sudah naik tingkat dari level Negara menjadi level Dunia. Kuping Eropa, Amerika dan Asia memantau apa yang sedang dilakukan Ankara. Yah Turki sekarang muncul sebagai kekuatan baru dunia.

Dengan "logika keberanian", tidak mustahil kekuatan baru lainnya akan muncul mengikuti Turki. Dunia saat ini tidak lagi hanya milik Amerika, Perancis atau Rusia. #ArahBaru kita akan mampu menyandingkan Indonesia dengan negara-negara kuat dunia asal kita tau cara "al akhdzu bil asbab".

"Al akhdzu bil asbab" (Mengambil sebab-sebab kemenangan -red) memiliki manhaj yang sesuai permintaan medan dan zaman sudah kita lewati, sekarang waktunya "al akhdzu bil asbab" berupa amal nyata. Sekarang saatnya, ini #ArahBaru kita menuju "ustadziyatul alam" era modern.

#ArahBaruIndonesia adalah cara kita menebus hutang pada negeri tercinta Indonesia. Kita punya kemampuan dan kita punya cara. Robbunaa yusahhil umuurona InsyaaAllah.

(by @hasmi_bakhtiar)

[Video - Pidato Erdogan Saat Peresmian Istanbul New Airport]


[İstanbul New Airport: The Place Where Dreams Come True. We Are Ready For Take-Off in 2018!]