Diminta Polisi Laporkan Penghalangan Dakwah di Jawa, UAS: Kasus Persekusi Bali Aja Gak Selesai-selesai


[PORTAL-ISLAM.ID] Ustaz Abdul Somad (UAS) diminta melaporkan ke pihak Kepolisian terkait dengan pembatalan jadwal berceramahnya di beberapa daerah di Pulau Jawa karena mendapatkan ancaman dan intimidasi.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut, UAS lebih baik langsung melapor ke aparat jika memang mendapatkan perlakuan yang mengancam keselamatannya. Laporan itu, kata Setyo akan memudahkan polisi untuk melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

"Saya menilai beliau kan merasa diintimidasi, silakan lapor. Kalau dia tidak lapor maka polisi tidak akan menangani. Nanti kalau misalnya kita minta keterangan tapi beliau tidak datang, kami susah juga kan. Kan diundang untuk diperiksa diminta keterangan nanti susah," papar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/9/2018), seperti dilansir okezone.

Link: https://news.okezone.com/read/2018/09/03/337/1945319/ustaz-abdul-somad-diancam-di-pulau-jawa-polri-silakan-lapor

***

Namun, UAS enggan untuk melaporkan. Alasannya, kasus persekusi yang menimpanya di Bali akhir tahun 2017 lalu saja sampai sekarang gak jelas.

Ustaz Abdul Somad mengungkapkan, dia tidak berencana melaporkan pihak-pihak tertentu yang mengintimidasinya ke polisi. Menurutnya, pelbagai upaya hukum yang pernah dilakukannya hanya berujung ketidakjelasan sejauh ini.

“Tidak (berencana melapor ke polisi). Saya mau tenang saja. Capek. Dugaan persekusi Bali belum selesai-selesai (penanganannya),” kata Ustaz Abdul Somad saat dihubungi, Selasa (4/9/2018), seperti dilansir Republika.co.id.

Kasus yang dimaksud adalah kejadian pada 8 Desember 2017 ketika ratusan simpatisan Laskar Bali menggeruduk hotel tempat dai tersebut menginap di Denpasar. Beberapa hari kemudian, pimpinan organisasi tersebut meminta maaf kepada Ustaz Abdul Somad atas kejadian yang tidak menyenangkan itu.

Walaupun permohonan maaf sudah diterima, pada 11 Desember 2017 sejumlah pihak tetap melaporkan kasus dugaan persekusi tersebut ke kepolisian. Sampai sekarang, kejelasan penyelesaiannya tidak kunjung menemukan titik terang.

Belum lama ini, alumnus S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) itu kembali menerima intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, Ustaz Abdul Somad terpaksa membatalkan rencana ceramahnya pada sejumlah lokasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Bagaimanapun, dia enggan menyebut nama kelompok-kelompok yang berupaya menghalang-halangi safari dakwahnya di tiga provinsi itu.

Mubaligh yang lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, 41 tahun silam itu menilai, ada jalan yang lebih bijaksana selain jalur hukum untuk ditempuh. Alumnus S-2 Darul Hadits (Maroko) itu memilih tidak melawan balik persekusi yang ada. Dia tidak ingin ada gesekan di tengah masyarakat, khususnya umat Islam.

“Mengalah saja. Allah ada,” kata peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu menutup pembicaraan.

Sumber: Republika