1000 Cambukan Untuk Pemimpin Yang Melakukan Hal Tak Ada Manfaatnya Bagi Rakyat


[PORTAL-ISLAM.ID] Suatu kali Khalifah Abu Ja'far Al Manshur didatangi seseorang. Orang itu berkata, "Aku akan memasukkan unta ke dalam lubang jarum. Bila aku betul-betul berhasil melakukannya beri aku uang sebanyak 1000 dinar (setara dengan 4.25 kg emas)," pintanya.

Mendengar perkataan orang itu Khalifah Al Manshur menjawab, "Lakukanlah, bila kamu berhasil akan aku beri 1000 dinar ditambah bonus 1000 cambukan".

Orang itu terbelalak, "Kenapa demikian", ujarnya.

Khalifah menjawab, "Karena kamu melakukan sesuatu yang tidak ada gunanya untuk kebaikan orang banyak".

Begitulah cara fikir seorang pemimpin. Bukan hanya ingin memperlihatkan sesuatu yang spektakuler, padahal tidak ada manfaat apapun untuk kesejahterahan rakyatnya, bahkan merugikan.

Apa untungnya bagi rakyat bila seorang penguasa mempertontonkan hal-hal mengejutkan, sekalipun bisa terbang dan berjalan di atas air. Atau bisa salto sampai ke awan, bila kehidupan rakyatnya semakin hari semakin susah.

Alangkah bijaknya Khalifah Al Manshur yang tidak mementingkan hal-hal sepele sekalipun wujudnya luar biasa. Karena beliau sadar bahwa rakyat butuh pemimpin bijak, yang akan menaikkan taraf kehidupan mereka, bukan pemimpin linglung yang membuai mereka dengan hiburan lucu-lucuan dan janji-janji palsu.

(Ustadz Zulfi Akmal)

***

Kalau rakyat biasa saja dihukum 1000 cambukan karena melakukan hal-hal konyol tak ada manfaatnya, bagaimana dengan pemimpin yang melakukan hal konyol?