Rupiah Melorot Hary Tanoe sentil Pemerintah, Warganet: Bela-belain dukung Jokowi kalo harus tekor, mikir dia πŸ˜‚


[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp14.052 per USD. Bahkan, Rupiah diprediksi terus merosot menyentuh level Rp15.000 per USD.

Konglomerat bos MNC Group yang juga Ketua Umum Perindo, Hary Tanoesoedibjo akhirnya angkat bicara.

“Pemerintah dan BI diharapkan intervensi, yakinkan pasar. Nilai tukar bukan masalah fundamental saja, tapi juga psikologis,” kata Hary Tanoesoedibjo melalui akun twitternya @Hary_Tanoe, Selasa (8/5/2018).

Hary Tanoe juga menyebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semestinya melepas dolarnya.

"BUMN sebaiknya melepas dolarnya redam pelemahan Rupiah. Eksportir besar yang taruh dolarnya di luar negeri, bawa pulang konversi ke Rupiah," kata Hary Tanoe.

Menurutnya pelemahan Rupiah akan berdampak pada inflasi.

"Bagi yang memiliki dolar konversi ke Rupiah, kita bergandengan bantu ekonomi kita. Pelemahan Rupiah bisa menimbulkan inflasi, apalagi mendekati Lebaran," kata Hary Tanoe masih di akun twitternya.

Kicauan Hary Tanoe yang biasanya tak kritisi pemerintah Jokowi (sejak dikasuskan dan jadi tersangka kasus SMS), hal ini menimbulkan perbincangan warganet.

"Ini yang ngomong bukan ketua umum partai lho... tapi pengusaha. Boleh saja bela Jokowi scr kepartaian, tapi kalau bikin perusahaannya hancur, ya pasti ngacir juga πŸ˜€πŸ˜€," komen akun @TranceX9.

"Bela2in n dukung @jokowi kalo hrs tekor, mikir 2 kali dia πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚," timpal akun @asep_abhet.

"Lah..rata2 ketum parpol pendukung jokowi kan pengusaha semua. Bisa2 balik badan semua dong...#ancuuurrr," ujar @Gokue3.