Wasiat (Alm) Presiden Bosnia untuk Erdogan: "Kalian adalah keturunan Muhammad al Fatih, Maja jagalah"


[PORTAL-ISLAM.ID] Presiden pertama Bosnia Herzegovina, (alm) Alija Izetbegović berwasiat kepada Recep Tayyip Erdogan.

Pesan dan wasiat Izetbegovic kepada Erdogan sehari sebelum wafatnya: "Tayyip, kalian adalah keturunan Muhammad al Fatih, tanggung jawab negara ini ada di pundak kalian, maka jagalah!"

Wasiat terakhirnya saat itu ia sampaikan kepada Erdogan yang ketika itu baru menjabat sebagai Perdana Menteri Turki, tahun 2003.

Saat menjelang wafatnya dalam usia 78 tahun di kota Sarajevo, Erdogan datang menjenguk beliau. Saat itu Alija meminta kepada Erdogan untuk mempersiapkan perlindungan terhadap negara Bosnia-Herzegovina. Seolah tahu ajalnya tidak lama lagi, Alija mengucapkan wasiatnya “Saya mohon kepadamu untuk melindungi Bosnia. Sesungguhnya negara kami ini kecil, namun penduduknya orang yang baik-baik. Tayyip, kalian adalah keturunan Muhammad al Fatih, tanggung jawab negara ini ada di pundak kalian, maka jagalah!”

Wasiat Alija Izetbegović ini dituturkan Erdogan dalam satu kesempatan pidatonya.

Berikut video disampaikan Erdogan:


Alija Izetbegović (8 Agustus 1925 – 19 Oktober 2003), merupakan salah satu tokoh yang sangat dikagumi oleh Presiden Erdogan. Alija berasal dari sebuah keluarga Bosnia yang taat, dikenal dari silsilah keluarga Muslim sejak masa Ottoman (Bosnia dulu merupakan bagian wilayah Ottoman). Ia menjadi presiden pertama Bosnia Herzegovina tahun 1990. Kemudian menjabat sampai dengan tahun 1996, setelah itu ia menjadi anggota kepresidenan Bosnia Herzegovina sampai dengan tahun 2000. Ia juga menulis beberapa buku diantaranya yang sukses dipasaran adalah 'Islam Between East and West' dan 'The Islamic Declaration'.

Alija dididik di sekolah di kota Sarajevo dan lulus dari kuliah sebagai sarjana hukum. Setelah itu ia berprofesi sebagai penasehat hukum. Alija tumbuh saat Bosnia masih menjadi bagian dari Yugoslavia yang dipimpin oleh keluarga berpaham liberal. Belajar agama saat itu tidak menjadi bagian dari sistem pembelajaran di sekolah.

Alija muda menyadari pentingnya belajar agama dan membaca secara mendalam. Ia mampu merangkul para pemuda Islam dan membuat sebuah organisasi kepemudaan saat berlangsungnya perang dunia kedua. Organisasi pemuda Islam ini kemudian banyak membantu pengungsi dan korban perang. Mengobati para korban hingga mengurus para anak yatim. Ketika Nazi Jerman menguasai Yugoslavia dan sekitarnya, organisasi ini menjadi terlarang.

Ia menjadi oposisi kepada pemerintahan Presiden Joseps Bros Tito. Ini menyebab ia berulang kali ditangkap dan keluar masuk penjara. Namun penjara menjadi tempat baginya untuk lebih leluasa berfikir dan menghasilkan karya tulis. Selain sebagai aktivis, pengacara, penulis, politisi, ia juga dikenal sebagai ahli filsafat Islam.

Pihak Serbia maupun Kroasia menudingnya sebagai Muslim ekstrimis. Namun Alija dijuluki oleh rakyatnya dan kaum muslimin yang mengenalnya sebagai “Raja yang bijak”. Hal tersebut karena karakternya sebagai seorang intelektual Islam dan juga pejuang yang meyakini kemenangan. Ia turun langsung dalam banyak pertempuran untuk membela agama dan bangsanya yang terasing di jantung Eropa. Ia memimpin umat Islam di Bosnia dan Herzegovina untuk kebebasan dan kemerdekaan. Setelah pembantaian massal yang dilakukan oleh pihak Serbia terhadap Muslim Bosnia-Herzegovina, ia berhasil melalui masa paling kelam tersebut dan benar-benar menjadi seorang panutan bagi rakyatnya.

Alija dalam suatu percapakan mengenai keluarganya, selalu merasa bangga dengan ibunya yang merupakan orang Turki, dan ayahnya yang bekerja pada dinas militer di Istanbul. Ayahnya malah merasa seolah ia berasal dari keturunan Ottoman dan bangga dengan hal itu.

Alija menerima penghargaan dari Raja Faishal pada tahun 1994 dan juga penghargaan sebagai Tokoh Dunia Islam pada tahun 2001 karena peranannya dalam membela Islam.

Semoga Allah merahmati Alija Izetbegovic…