KEMUNDURAN EKONOMI ISRAEL DI TENGAH GENOSIDA GAZA

KEMUNDURAN EKONOMI ISRAEL DI TENGAH GENOSIDA GAZA

Tahukah kamu, semakin lama genosida di Gaza, semakin besar bayaran ekonomi yang harus ditanggung Israel dan ini bisa berdampak besar pada masa depan mereka.

Kemunduran apa saja yang Israel rasakan?

Mengapa ini terjadi? Karena banyak warga Israel yang diharuskan “cuti” dari pekerjaan utamanya dan menjadi tentara (Wajib Militer) untuk melawan pejuang Palestina.

Alhasil, Israel harus menggaji orang-orang ini. Ekonominya gak jalan, tapi mereka harus tetap dibayar.

Kurs NIS (New Israeli Shekel) terhadap USD juga semakin melemah.

Banyak investor yang menarik dananya dari Israel dan melakukan boikot terhadap Israel sehingga ini berdampak besar dalam nilai tukar NIS.

Ada 3 masalah besar ekonomi yang dihadapi Israel di saat ini:

Pertama: Berkurangnya investasi ke Israel yang berakibat pada melemahnya nilai tukar NIS.
Mata uang Israel semakin tergerus pasca dimulainya genosida.

Kedua: Melambatnya tingkat produktivitas, mobilisasi tentara cadangan dan tidak adanya orang Palestina yang bekerja pada ekonomi Israel mengakibatkan pelambatan ekonomi.

Tiga: Berkurangnya ekspor dan impor karena boikot yang berakibat pada melambatnya tingkat konsumsi Masyarakat Israel.

Kata siapa boikot gak berpengaruh? 😉

Apa yang mungkin sekali terjadi jika ekonomi merosot terus, ditambahkan kondisi politik yang tidak menentu?

REVOLUSI.

Israel sangat rentan mengalami REVOLUSI dan ini sangat besar kemungkinannya.

Jika revolusi terjadi, maka genaplah kutukan “80 tahun” yang mereka takuti.

BY — Mas Gres (@erlanishere)

👇👇
Baca juga :