Ada yang lagi tren nih.... HILIRISASI INTIMIDASI

Ada yang lagi tren nih.... HILIRISASI INTIMIDASI

Sejumlah Kades di Jawa Tengah Diintimidasi, Wajib Memilih Paslon Nomor Urut 2

SEMARANG - Sejumlah kepala desa (kades) di Jawa Tengah diduga mendapatkan intimidasi dari pihak tertentu agar mau memilih pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

JPNN.com pun mewawancarai salah satu kepala desa di Jawa Tengah yang menjadi narasumber terkait adanya intimidasi dari salah satu paslon capres-cawapres 2024.

Kades yang tak mau disebutkan namanya itu mengatakan intimidasi tersebut diterima beberapa kades di Jawa Tengah (Jateng) melalui pesan WhatApps. Tindakan menakut-nakuti itu dilakukan secara verbal.

"Sampai hari ini intimidasi secara langsung belum ada, cuma yang saya dengar ada beberapa teman kepala desa sudah mendapatkan pesan WhatApps dari teman kades lain diminta untuk mendukung paslon nomor urut dua," kata sumber JPNN.com, Kamis (4/1/2024).

Intimidasi yang dialami para kades tersebut, kata dia, secara masif terjadi setelah pertemuan sejumlah asosiasi kades dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Jumat (29/12/2023).

Agenda tertutup itu dihadiri oleh Perkumpulan Aparatur Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), dan Asosiasi Kepala Desa Jawa Timur.

"Pertemuan itu dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Papdesi Senthot Rudi Prastiono, dan pengurus lainnya," katanya yang juga termasuk anggota Papdesi itu.

"Intimidasi ada itu baru saja, setelah ada pertemuan di Istana dia (Senthot, red) langsung mengumpulkan teman-teman kepala desa terkait dia diundang di istana," ujarnya.

Menjelang Pemilu 2024, sejumlah kades di Jawa Tengah mendapat intimidasi agar mau memilih dan memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 2.

(Sumber: JPNN)

Baca juga :