“Killing Field” di Gaza Indikasi Keberhasilan Perjuangan Palestina

“Killing Field” di Gaza Indikasi Keberhasilan Perjuangan Palestina

Oleh: Memet Hakim (Pengamat Sosial, Wanhat APIB & APP TNI)

Banyak generasi muda yang tidak memahami sejarah Palestina & Israel. Negara Israel itu merupakan negara yang menjajah Palestina sejak Perang Dunia ke-1 sampai sekarang. Kekejaman Israel sudah banyak diberitakan, bahkan untuk urusan ibadah di Masjid Al Aqso saja, mereka sering melepaskan peluru dan gas air mata. Bagaimana IDF membunuh wanita, anak-anak secara sadar. Tetapi masih ada juga yang membela Israel sepertinya Palestina itu milik Israel.

Penduduk Israel terdiri dari 7 juta orang terdiri dari Yahudi 75% dan 21% orang Arab dan sisanya sisanya dari lain-lain suku bangsa. Di Israel mayoritas adalah penganut Yudaisme 78%. Umat Islam menempati prosentasi kedua terbesar, sebanyak 18 %. Di Palestina 85 % umat Islam sisanya masing-masing 2 % merupakan umat Kristiani dan Druze. Jadi Perang Israel-Palestina ini pada dasarnya bukan perang agama, tetapi terkait dengan agama. Buktinya sekutu Israel tidak ada negara muslim, Yang membantu Palestina umumnya negara-negara muslim dan yang pro muslim seperti Russia.

Brigade Izzudin Al-Qassam dibentuk pada 1991. Kelompok ini merupakan sayap militer organisasi massa Islam Palestina, Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah (Hamas). Pasukan Brigade Al-Qassam sangat ditakuti Israel. Di Palestina ada beberapa brigade yang terbentuk, akan tetapi Al Qassam ini yang dikenal pasukan jihad yang sangat berani, jumlahnya sedikit tapi mematikan.

Saat ini al Qassam memiliki sejumlah roket dan menguasai IT terkait persenjataan. Pasukan ini mungkin lebih cocok disebut gerilyawan, yang dapat bersembunyi di lorong-lorong sempit jauh dibawah tanah. Ingat perang Vietnam dan Amerika dan Vietnam dan membuat Amerika negara besar kabur dari Vietnam, salah satunya adalah adanya terowongan bawah tanah. Di Palestina terowongannya di di beton, sekaligus menjadi tempat penyimpanan Senjata. Terowongan ini tersebar, sehingga sulit diatasi oleh Israel.

Pasukan Hamas yang “mencari mati syahid” melawan pasukan Israel sang penjajah yang “takut mati”, tentu berbeda secara mental. Al Qassam dan brigade lainnya sedang menunggu pasukan Israel yang akan diturunkan lewat darat. Langkah ini akan menjadi killing field bagi Israel. Tank Merkava yang diandalkan Israel akan menjadi mainan Hamas. Diperkirakan Hamas akan memancing pasukan infanteri dan kavaleri Israel memasuki daerah sekitar Gaza yang telah dikuasai Hamas.

Tank Merkava Israel merupakan tank terbaik dunia milik Israel Merkava Mk4 ternyata bisa hancur dalam serangan yang dilancarkan al Qassam pada 7 Oktober 2023. Tank Merkava Mk4 hancur setelah dihantam roket PG-7VR buatan Uni Soviet dan proyektil RPG HEAT tandem PG-7VR yang dijatuhkan drone. Biasanya roket anti-tank PG-7VR, ditembakkan menggunakan peluncur roket (roket propelled grenade/RPG) dari darat dengan jarak efektif 200 meter. Fakta ini tentu mengejutkan dan meningkatkan moral dan tingkat kepercayaan diri pasukan al Qassam.

Selain itu ada yang disebut Brigade Jenin, Brigade Yerusalem (sayap militer Jihad Islam), Brigade Martir al-Aqsa (AAMB, Lahir 2000) dari kelompok Fatah dan Brigade Al-Quds, dll. Brigade Al-Qassam adalah kelompok milisi terbesar di Jalur Gaza. Sedangkan, Brigade Al-Quds aktif beroperasi di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Brigade Jenin diyakini didirikan tahun 1966, tetapi diumumkan secara terbuka pada September 2021. Organisasi ini seluruhnya merupakan organisasi tempur yang berani mati dan mematikan.

Brigade Al-Quds Serang Tentara Israel di Perbatasan Lebanon tanggal 10 oktober 2023, kemudian keesokan harinya menyerang ke Askleton dan Tel Aviv sebagai respon atas penghancuran wilayah Gaza. Sayap Jihad Islam, Brigade Al Quds, mengatakan pihaknya menargetkan kota-kota di Tel Aviv, Ashdod dan Ashkelon serta komunitas di dekat perbatasan Gaza dengan roket berat. Kedua pasukan milisi terbesar Palestina sekarang sudah bersatu melawan Israel, loceng kematian bagi Israel.

Jika saja pasukan Palestina ini dapat menyerang pusat listrik Israel dan pabrik penyulingan air, maka Israelpun akan lemah. Apalagi jika dudang pangan dan amunisinya digempur.

Ancaman Israel

Walaupun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan meratakan Gaza yang dianggap sebagai sarang Hamas, tetapi rupanya tidak semudah itu dilaksanakan. Sekarang saja Israel dalam posisi terjepit, dari Selatan diserang al Qassam, dari Utara oleh pasukan Hizbullah dari Lebanon dan dari Timur oleh pasukan al Quds. Bahkan Haifa diujung Utara Israel telah diserang roket dari Jalur Gaza, artinya kemampuan roket Hamas ini bisa mencapai jarak diatas 80 km. Jumlah para pejuang khusus seperti Brigade al Quds, Brigade Jenin, Brigade Martir yang menguasai Tepi Barat turun akan membuat Israel kewalahan. Jumlah total pejuang Palestina itu ada sekitar 40.000 orang dan sebagian berada di Tepi Barat siap berjuang bersama Hamas.

“Pasukan Israel tidak siap mati”, dan “selalu hidup penuh dengan kebohongan dan fitnah” kali ini kena batunya. Pasukan Israel mirip dengan Amerika yang sangat mengandalkan teknologi, “tanpa teknologi mereka terlihat tidak siap bertempur”. Berbeda dengan Hamas pasukannya siap bertempur sampai mati, bisa tetap hidup dengan air dan roti yang sangat terbatas dan banyak memiliki ketrampilan IT (Information Teknologi) yang dapat mengacaukan sinyal GPS dan Iron Dome. Mereka juga memiliki keterampilan bela diri yang kuat. Dari sisi mental, Hamas siap menang, Israel akan kalah. Senjata canggih termasuk pesawat tempur tinggal menunggu saatnya saja akan dilemahkan. Pasukan Hamas sulit ditaklukan karena mereka hidup di lorong2 jauh dibawah tanah.

Bantuan

Jika negara-negara Russia dan Arab membantu Palestina, terutama logistik dan obat-obatan akan sangat membantu rakyat Palestina. Bantuan senjata dan teknologi akan memperkuat pasukan Hamas. Mesir harus belajar lagi dari sejarah peperangan Ain Jalut, supaya punya nyali mengirimkan bantuan lewat Rafah dan menang lawan Israel. Dulu Mesir pernah kalah terhadap Israel, karena rakyat Palestina lemah. Sekarang rakyat Palestina sudah siap bertempur jangka panjang, tinggal Mesir apakah mau terus dibawah bayang-bayang Israel. Bantuan memecah blokade laut dan jalan darat sangat dibutuhkan, karena saat ini makanan, air, BBM sudah sangat langka.

Korban Perang & Tawanan

Setidaknya 2.700 orang tewas, dari Israel misalnya, sebanyak 1.800 warga tewas. Warga Palestina, sekitar 900 orang tewas di Jalur Gaza dan 19 orang lainnya tewas di Tepi Barat. Korban luka-luka diperkirakan lebih dari 5.000 orang. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat mengingat serangan kedua belah pihak masih terjadi. Dari Israel tercatat ada 2 jendral dan beberapa perwira menengah tewas, dari Hamas ada 2 orang tetinggi Hamas gugur. Kabar yang menyebutkan 1.500 orang Hamas tewas, tidak ada konfirmasinya, jadi lebih pada psywar dari pihak Israel. Banyak anggota tentara Israel termasuk 1 jendral Israel ditawan Palestina. Belum terdengar tawanan anggota milisi dari Palestina oleh Israel, tapi sebelum tanggal 07.10.2023 ada sekiatar 5,000 an orang Palestina ditawan.

Pada saat Israel mengerahkan pesawat pembomnya, Hamas tidak terlalu reaktif, ini menandakan bahwa Hamas sedang merencanakan sesuatu yang lebih dahsyat dari pada serangan 7 Oktober 2023. Kita lihat saja langkah cerdik Hamas menghadapi pasukan Israel. Roket andalan belum dikeluarkan, serangan berikutnya juga belum intensif. Daerah Palestina yang telah dikuasasi kembali oleh Hamas seperti Sderot dan Ashkelon, sebaiknya di pertahankan, jadikan wilayah ini sebagai killing field bagi pasukan Israel. Jangan sampai pasukan masuk ke wilayah Gaza, karena akan semakin banyak korban sipil. Akan tetapi bisa saja killing field ini ada di wilayah Gaza yang medannya sangat dikuasai Hamas.

Sambil menghabisi tentara darat Israel (IDF), pasukan Hizbullah di Libanon dan Suriah tetap menyerang tel Aviv air port (Ben Gurion) dan Navy seaport di Haifa. Serangan pasukan al Quds, dll dari arah Tepi Barat seperti Hebron akan menyatukan kembali wilayah Israel di sebelah Selatan sampai Jalur Gaza dan perbatasan Mesir. Ada baiknya pejuang mujahidin dari Libanon, Irak, Suriah dan Mesir akan membantu pertempuran di wilayah Timur sampai Selatan.

Kelemahan pasukan al Qassam ini kelihatannya belum memiliki “stinger” (rudal penangkal serangan udara) yang portable atau mungkin belum dikeluarkan. Sistem pertahanan udara portabel (MANPADS atau MPADS) adalah rudal darat-ke-udara portabel. MANPADS adalah senjata dipandu dan merupakan ancaman bagi terbang rendah pesawat, terutama helikopter. Israel memiliki setidaknya ada 126 helikopter. Bayangkan jika 700 pesawat tempur Israel yang bisa dengan bebas melepaskan bom ke area pemukiman, sangat berbahaya. Ini bisa dicegah dengan rudal penangkal serangan udara. Negara yang memiliki alat semacam stinger ini adalah Amerika, Iran dan Russia dll.

Kelemahan lainnya adalah tidak adanya ketrampilan untuk mengendarai tank, Israel memiliki 1.900 tank dan 8.044 kendaraan lapis baja, jika saja dapat direbut sebagian, maka peralatan ini dapat digunakan untuk perang melawan Israel. Latihan singkat dapat dilakukan di negara-negara sahabat oleh beberapa orang saja, untuk menghadapi perang yang panjang. Untuk Palestina jika ingin merdeka, harus all out, semua pasukan yang terpisah di beberapa brigade harus kerja sama saling melengkapi.

Target utama Hamas adalah merdeka dan kebebasan tempat-tempat suci kami. Warga Palestina mempunyai hak atas kebebasan, melawan pendudukan Israel dan menjaga tempat suci mereka. Perjuangan akan berlanjut sampai kami dihargai dengan kemenangan, kebebasan dan kemerdekaan, “Kami siap menghadapi invasi darat (Israel),” ini adalah kode keras Hamas dalam menghadapi Israel.

Diperkirakan pertempuran akan terus berlanjut dan medan pertempuran akan meluas. Mungkin saja akan memicu Perang Dunia ke-3. Perang Ukraina dan Russia akan terdampak dengan adanya perang Israel lewan Palestina. Bantuan yang selama ini dinikmati oleh Ukraina akan berkurang bahkan distop, artinya Russia akan segera menyelesaikan perangnya. Tidak heran jika Russia ingin membantu Palestina yang dikeroyok oleh Sekutu.

Jika dilihat dari awal peperangan baik di Ukraina maupun Palestina, semuanya disebabkan oleh adanya keinginan negara-negara Barat menguasai atau mengalahkan negara lainnya. Misalnya Ukraina dijajak bergabung ke NATO, padahal NATO adalah musuhnya Russia. Di Palestina, Israel yang tidak memiliki negara oleh Inggris diberikan lahan Palestina, dan semakin kuat Israel semakin angkuh dan menginginkan seluruh Palestina menjadi negaranya. Penjajahan lewat aneksasi seperti ini didukung oleh negara Barat karena mereka dulunya merupakan negara penjajah.

Amerika sendiri yang anti penjajah membela negara penjajah karena banyak orang Yahudi berperan di Amerika. Alih-alih membela negara yang terjajah, malah menuduh para pejuang dengan sebutan teroris. Memang negara Barat sering menggunakan standar ganda tergantung kebutuhan dan mana yang menguntungkan mereka.

[SN]
Baca juga :