Hasan al-Basri ditanya, "Apa tandanya Allah sayang?"

سُئـلَ الْحَسَـنُ البَصْـرِي
مَـا علَامَـةْ حُـبْ اللَّـهْ ؟
قَـالَ : أنْ يُذنِـبَ العَبْـد فَيُلْهمَـهُ الإسْتِغفَــار

Hasan al-Basri ditanya, "Apa tandanya Allah sayang?" 
Ia menjawab, "Ketika  seorang hamba berdosa, Allah berikan ilham padanya untuk beristighfar."


Berarti kalau setelah berdosa tidak ada dorongan untuk segera beristighfar jangan-jangan itu tanda Allah SWT tidak sayang lagi...

أَسْتَغْفِرُ اللّّهَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya“.

(Ustadz Yendri Junaidi)

*

Hasan al-Basri adalah seorang Ulama besar generasi Tabi'in, dilahirkan di Madinah pada tahun 21 Hijrah (642 Masehi). 

Hasan al-Basri berguru kepada beberapa orang sahabat Rasulullah S.A.W. sehingga dia muncul sebagai Ulama terkemuka dalam peradaban Islam.

Hasan Al Bashri berguru pada para sahabat Nabi, antara lain: Utsman bin Affan, Abdullah bin Abbas, Ali bin Abi Talib, Abu Musa Al-Asy'ari, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah and Abdullah bin Umar. 

Dia salah seorang fuqaha yang berani berkata benar dan menyeru kepada kebenaran di hadapan para pembesar negeri dan seorang yang sukar diperoleh tolak bandingnya dalam soal ibadah. Dia seorang yang zuhud, kehidupan dunia hanyalah perjalanan untuk ke akhirat, dan kesenangan dinafikan untuk mengendalikan nafsu. 

Hasan al-Basri meninggal dunia di Basrah, Iraq, pada hari jum'at 5 Rajab 110 Hijrah (728 Masehi), pada umur 89 tahun.

Baca juga :