Yaelah masih ada yang jualan "Berjilbab itu tidak wajib". Mana ngaku ustadz lagi! Yi impiiiiin, ngga malu apa ngasih gelar untuk diri sendiri?

Tanggapan Oleh: Widi Astuti

Yaelah masih ada yg jualan ide berjilbab itu tidak wajib. Mana ngaku ustadz lagi. Kayak gila sebutan aja

Yi impiiiiin, ngga malu apa ngasih gelar utk diri sendiri. Semua orang bisa aja ngaku jadi ustadz. Seorang Permadi Arya aja dulu dengan bangga menggelari dirinya dengan nama "Ustadz Abu Janda Al-Boliwudi". Kenapa nggak sekalian aja gelar "Al Mukarrom Ustadz Haji Haji Haji Pemegang Kunci Surga" ya? Tanggung amat gelarnya.

Saya sudah stalking akun orang yang pengen banget disebut ustadz cool itu. Asli paling eneg dengan orang yang menggelari dirinya sendiri dengan label ustadz. Kayak gila gelar aja.

Yes, I know he is liberal. Dan berusaha mempengaruhi followernya dengan gelar ustadz yg selalu dituliskan setiap saat setiap waktu, tak kenal siang atau malam. Dengan harapan dia mendapat pengakuan dan bisa mempengaruhi orang awam. Agar tulisannya terasa lebih berbobot karena dia faham agama.

Jadi begini, siapapun yang berpendapat bahwa jilbab itu tidak wajib, maka tidak perlu kita dengarkan. Entah dia bergelar Kyai, Ustadz, Nyai, Nyai Blorong, Nyai Pelet, Suster Ngesot ataupun Sundel Bolong, maka pendapatnya berdasarkan hawa nafsunya sendiri.

Patokan kita dalam beragama itu hanya 2 : Al Qur'an & As-Sunnah. Dan dalam Al-Qur'an sudah dituliskan dengan gamblang tentang kewajiban berjilbab. Yaitu dalam QS Al-Ahzab :59 dan QS. An-Nuur :31.

Ayat tersebut berasal dari Alloh SWT, pencipta manusia. Tentu kita lebih percaya kepada Alloh & Rasul daripada para manusia yang mengaku ustadz tapi fatwanya bertentangan dengan perintah pencipta manusia.

Jika ada seseorang yg mengaku ustadz dan gelarnya berderet sepanjang 1 km, tulisannya dimuat di jurnal ilmiah, dan dia ngomong berbusa-busa tentang tidak wajibnya jilbab, maka lambaikan ke kamera dan tinggalin aja. Orang kayak gitu nggak perlu didengerin.

Mungkin ada yang protes," itu kenapa Ratu Rania ngga berjilbab? Kan dia Ratu di negara Islam?" Hohohoho, nggak usah terpukau dengan ratu, istri presiden, istri Kyai, istri haji, istri ustadz, istri Kang Cendol, istri Kang Bakso yang nggak berjilbab.

Kita kembalikan ke kaidah awal bahwa patokan kita dlm beragama itu bukan ustadz+istri, raja+permaisuri, presiden+ibu negara. Karena mereka manusia biasa yang tidak Maksum. Patokan kita dalam beragama itu Nabi Muhammad dan istri beliau. Dan semua istri Nabi Muhammad itu berjilbab. Begitu pula istri para sahabat nabi. Begitu pula istri para Syaikh, ustadz yang lurus.

Emang pernah lihat orang thawaf di Ka'bah nggak berjilbab? Nggk pernah kan. Kalau sampai ketahuan ada perempuan tak berjilbab di Arab Saudi, pasti langsung dikejar polisi. Karena disana semua perempuan wajib berjilbab. Patokan kita beragama itu ke Arab Saudi kan? Tempat Ka'bah berada. Tempat Nabi Muhammad Saw diutus. Jadi ngga usah ngikutin patokan orang Medan yg ngaku ustadz cool. Halu banget dia.

So, ngga usah galau dengan pendapat orang yang ngaku Ustadz itu. Apalagi sampai mengikuti jejak istrinya yang tak berjilbab. Dia hanyalah ustadz abal-abal, ustadznya orang liberalis dan pluralis.

Tetap kenakan jilbab dengan bangga. Agar jangan sampai kita menjadi orang yang merugi. Setiap orang akan memikul dosanya masing-masing. Jangan sampai kita memikul dosa berat karena tak berjilbab. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa perempuan yang tak mengenakan jilbab maka tak bisa mencium bau surga. Bayangkan, mencium aja ngga bisa apalagi memasukinya???? Ngeri....

Tau ngga sih, ada dosa permanen yg melekat erat jika kita tak berjilbab? Jadi begini, andaikan dalam sehari itu kita tak berdosa (kayaknya sih impossible), maka ada dosa tak berjilbab. Meski udah sholat, zakat, sedekah, puasa, haji, tapi tak berjilbab, maka tiap hari ada dosa permanen : jumlah rambut yang terlihat dikalikan orang yang melihat. Ngeri banget kan Gaes.

Tau ngga sih 1 hari akhirat = 1000 tahun di dunia. Itung aja kita hidup di dunia cuma 1/1000 hari akhirat. Hanya sekejap mata. Ngeri banget kalau kita sampai ngga bisa masuk surga gara-gara ngga berjilbab. Sebuah kerugian yg amat besar.

Tetaplah berjilbab karena itu perintah langsung dari Alloh SWT.

Proud of my jilbab. 

(fb)