Naniek S Deyang: Jangankan dapat Letkol, dapat pangkat Sersan saja gak pantas, bahkan tak jarang podcastnya memecah belah Umat/Masyarakat

Catatan: Naniek S Deyang

Akhirnya saya harus menulis soal Deddy Corbuzzer yang dapat  hibah pangkat Letnan Kolonel Tituler atau apalah, yang jelas polemiknya gak habis sampai hari ini. Apalagi setelah pengamat militer Ibu Cony bilang jangankan dapat Letkol dapat pangkat Sersan saja gak pantas, karena memang tidak ada kontribusinya ke TNI, selain karena baru saja diangkat jadi Komandan Comcad, kalau gak salah.

Saya cuman mau nulis, saya tadi bertemu 6 orang Letkol. Untuk mencapai Letkol selain dia harus lulus Akmil, dia butuh waktu 20-22 tahun untuk mencapai pangkat itu, tentu dengan jungkir balik latihan, penugasan, prestasi dan lain-lain dengan taruhan nyawa. Ada air mata, ada keringat yang membanjir untuk mencapai Letkol.

Deddy Corbuzier bermodal dari nekuk sendok sebagai pesulap (katanya sih doktor ilmu metafisika atau apa gitu) kemudian membuat berita-berita kontroversial, termasuk membuat ajang berantem untuk anaknya, Deddy yang membentuk badan bak superman kemudian membuat podcast yang banyak diikuti anak-anak muda.

Kalau alasan karena dia berkontribusi dalam komunikasi, saya dua hari lalu bertemu para doktor komunikasi sampai pada bingung, komunikasi apa yang dibangun Deddy hingga dia dapat pangkat Letkol tanpa harus mati-matian sekolah tentara, dan tanpa harus bertaruh nyawa?

Bahkan komunikasi yang dilakukan tak jarang memecah belah masyarakat utamanya Umat (beberapa kali ucapannya menyakiti masyarakat tertentu atau kelompok tertentu). Harusnya  kalau urusannya karena dia berkontribusi dalam bidang komunikasi harus ada kreteria atau alasan capaian suksesnya apa saja dalam membangun komunikasi.

Saya menulis setelah saya banyak berdiskusi dengan Letkol yang sebenarnya dan pra doktor komunikasi.

17/12/2022

(sumber: fb)