Mental Dan Taktik Jepang Luar Biasa

Mental Dan Taktik Jepang Luar Biasa

By Koez Arraihan

Jepang menunjukkan penerapan taktik yang tepat dan mental yang luar biasa ketika mereka menghantam Jerman dengan membalikkan skor dari tertinggal satu gol, berbalik unggul 2-1.

Jepang mungkin ingin menjadi "cahaya Asia" yang sesungguhnya di Piala Dunia ini. Belum juara memang, bahkan perjalanan masih sangat jauh, tetapi apa yang dilakukan Jepang terhadap Jerman malam ini, menunjukkan bahwa hebatnya hagemoni Jerman di pentas Piala Dunia kali ini tidak berarti apapun, sebagaimana juga Argentina yang kemarin dijungkalkan Arab Saudi.

Babak pertama, Jepang memahami benar bahwa mereka akan berada dalam tekanan Jerman. Ball positions, dan penguasaan area, pasti Jerman lebih unggul. Maka Jepang melakukan taktik serangan balik. Dengan membuat double blocking di dua lini, tengah dan belakang.

Jerman adalah tim yang paling taktis dalam mengatur tempo permainan, siapapun lawannya. Masalahnya adalah peluang gol yang sebenarnya sulit didapat, begitu tersedia, malah tidak berbuah gol. Peluang gol Musiala dua kali, Gnabry beberapa kali, juga Havertz yang tidak mampu lepas dari jebakan offside adalah warna buram Jerman malam ini.

Tertinggal gol pinalti Gundogan, Jepang bermain sabar saat menerima serangan bergelombang, mereka tetap bermain taktis dan serangan balik dari Junya Ito di sayap kanan, sangat efektif memberi perlawanan pada Jerman.

Babak kedua Jepang mengubah pola, mereka lebih berani keluar menyerang lewat sayap. Pergantian pemain yang tepat membuat kecepatan Jepang begitu merusak 'staying power' khas Jerman. Serangan balik Jepang yang dibalut dengan mental tanpa lelah dan tanpa mau menyerah, telah menghancurkan pertahanan Jerman. Sangat klinis dua gol Jepang yang berasal dari serangan open play yang hebat. Neuer menyerah ketika dua kali gawangnya di bobol Jepang dengan gol-gol bagus yang sulit dicegah.

Kenyataan Jerman semakin pahit, karena dua pemain pencetak gol bagi Jepang justru bermain di Jerman. Pencetak gol pertama Jepang Ritsu Doan bermain di klub SC Freiburg, sementara pencetak gol kedua Jepang Takuma Asano bermain di klub Vfl Bochum.

Begitulah menariknya Piala Dunia. Memang Jerman masih berpeluang, jalan belum tertutup, juga Jepang, jalannya belum selesai untuk lolos dari fase grup karena masing-masing masih akan melawan Spanyol dan Kosta Rika, tetapi apa yang dilakukan Jepang malam ini dan Arab Saudi kemarin adalah bentuk perjuangan tim-tim Asia yang berupaya untuk menembus kemapanan tim-tim besar dari Eropa, Amerika Latin dan mungkin juga Afrika.

Selamat untuk Jepang, semoga akan terus menjadi cahaya Asia di Piala Dunia kali ini.

(fb)