KENIKMATAN TERTINGGI DI SURGA

KENIKMATAN TERTINGGI DI SURGA

Oleh: Abu Sumayyah

Surga adalah tempat yang penuh dengan berbagai kenikmatan yang Allah Azza wa Jalla sediakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman lagi bertakwa kepada-Nya. Adapun neraka adalah tempat yang penuh dengan siksaan dan kesengsaraan yang Allah Azza wa Jalla sediakan bagi para pendosa, munafik dan mereka yang tidak beriman kepada-Nya.

Kenikmatan surga yang Allah Azza wa Jalla sediakan bagi para penghuninya diantaranya sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (٥٥) هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (٥٦) لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ(٥٧)

“Sesungguhnya para penghuni surga pada hari itu dalam kesibukan, lagi sangat senang. Mereka bersama pasangan-pasangan mereka berada dalam tempat-tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan. Bagi mereka di sana ada (aneka) buah-buahan dan bagi mereka apa yang mereka minta.” (QS. Yasin : 55)

Para ulama menyebutkan bahwa para penduduk surga berada dalam sughul (kesibukan) dan kesenangan menikmati segala kenikmatan yang Allah Azza wa Jalla sediakan bagi mereka di dalamnya, diantaranya:

افتضاض الأبكار

...yaitu memecahkan selaput-selaput dara para perawan (istri-istri mereka), alias berjima' (berhubungan badan). (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain pada penjelasan QS. Yasin : 55)

Baik dengan para bidadari yang masih suci yang belum tersentuh oleh satu pun makhluk di alam raya, ataupun ratunya para bidadari dari istri-istri mereka saat di dunia.

Disebutkan dalam riwayat bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء

“Sungguh seorang lelaki (di surga) dalam sehari bisa berjima’ dengan 100 bidadari." Ibnu Katsir menshahihkan hadits ini. Maksudnya, bukan menunjukkan kalau iistrinya berjumlah 100, namun kekuatannya bisa menjima' (menyetubuhi) 100 bidadari dalam sehari.

Diakui atau tidak, bahwa jima' termasuk diantara puncak kenikmatan dari kenikmatan-kenikmatan di dunia. Hingga para pendosa pun melakukannya pada tempat yang haram. Bahkan mereka rela menghabiskan ratusan juta dalam semalam hanya untuk memuaskan nafsu syahwat bawah perutnya. Wal iyaadzu billaah.

Namun tahukah kita, bahwa di akhirat kelak ada kenikmatan yang lebih tinggi dari kenikmatan jima' bahkan surga seluruhnya? Yaitu kenikmatan memandang wajah Allah Azza wa Jalla.

Allah Azza wa Jalla menegaskan dalam firman-Nya,

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” (QS. Yunus: 26).

Yang dimaksud al-husna pada ayat di atas adalah surga, sedangkan az-ziyadah (tambahan) adalah melihat wajah Allah Azza wa Jalla pada hari Kiamat. (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir pada penjelasan QS. Yunus : 26)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, "(Kenikmatan) yang paling agung dan tinggi (yang melebihi semua) kenikmatan di surga adalah memandang wajah Allah yang Maha mulia. Karena inilah “tambahan” yang paling agung (melebihi) semua (kenikmatan) yang Allah berikan kepada para penghuni surga. Mereka berhak mendapatkan kenikmatan tersebut bukan (semata-mata) karena amal perbuatan mereka, tetapi karena karunia dan rahmat Allah." (Tafsir Ibnu Katsir)

Hal itu dikuatkan dengan firman-Nya,

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ، إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnya lah mereka melihat.” (QS. Al-Qiyamah : 22-23)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mempertegas dengan sabdanya,

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنْ النَّارِ ؟ قَالَ فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ

“Jika penghuni surga telah masuk surga, Allah Ta’ala berfirman, “Apakah kalian (wahai penghuni surga) menginginkan sesuatu sebagai tambahan (dari kenikmatan surga)?” Maka mereka menjawab, “Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari (azab) neraka?” Maka (pada waktu itu) Allah membuka hijab (yang menutupi wajah-Nya Yang Mahamulia), dan penghuni surga tidak pernah mendapatkan suatu (kenikmatan) yang lebih mereka sukai daripada melihat (wajah) Allah ‘azza wa jalla.”

ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat, "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. " (HR. Muslim, no. 181)

Dalam kesempatan yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَمَا تَرَوْنَ الْقَمَرَ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَكَمَا تَرَوْنَ الشَّمْسَ صَحْوًا لَيْسَ دُوْنَهَا سَحَابَةٌ

“Sungguh kalian akan menyaksikan Rabb kalian pada hari Kiamat sebagaimana kalian menyaksikan bulan di malam purnama dan sebagaimana kalian menyaksikan matahari di siang hari yang cerah tanpa tertutup awan.” (HR. Al-Bukhari no. 554, 806, 7434 dan Muslim no. 182)

Saya berdoa untuk sahabat sekalian yang yakin dengan adanya ru'yatullah (melihat wajah Allah Azza wa Jalla) dengan mata kepala (bukan dengan mata hati), semoga Allah Azza wa Jalla berikan kenikmatan itu kepada Anda sekalian. Bagi yang tidak meyakini akan hal itu, saya juga mendoakan yang sama, selama Anda masih meyakini akan keberadaan Allah Azza wa Jalla dan tidak menjadikan ayat-ayat-Nya sebagai bahan olok-olokan. Semoga Allah Azza wa Jalla memperjumpakan kita kelak di akhirat dalam kebahagiaan yang abadi selamanya. Aamiin yaa Rabb. 

[25/09/22]