Rumor Presiden Xi Jinping Dikudeta Militer dan Jadi Tahanan Rumah Gemparkan China

[PORTAL-ISLAM.ID] Media sosial dihebohkan dengan rumor kudeta di Beijing terhadap Presiden Tiongkok, Xi Jinping. 

Seperti dilaporkan Indiatvnews, Sabtu (24/9/2022), laporan menunjukkan bahwa Xi Jinping telah dimasukkan ke dalam tahanan rumah setelah dia dicopot dari jabatan kepala Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Beberapa laporan media mengklaim penerbangan internasional dan domestik ke dan dari Beijing telah dihentikan. Kendaraan militer PLA juga diduga menuju Beijing pada 22 September saat kudeta presiden Tiongkok itu.

Beberapa pengguna Twitter pada Sabtu (25/9/2022) mem-posting tentang Xi Jinping yang diduga menjadi tahanan rumah. Beberapa dari mereka bahkan mengeklaim bahwa ini adalah kudeta militer dan kendaraan PLA sudah bergerak menuju Ibu Kota China, Beijing, sejak 22 September. 

“Kendaraan militer #PLA menuju #Beijing pada 22 September. Mulai dari Kabupaten Huanlai dekat Beijing dan berakhir di Kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei, seluruh prosesi sepanjang 80 Km. Sementara itu, rumor mengatakan bahwa #XiJinping ditahan setelah senior #PKC memecatnya sebagai kepala PLA,” tulis Jennifer Zeng, salah seorang pengguna Twitter. 

“Video kendaraan militer yang bergerak ke Beijing ini muncul segera setelah 59 persen penerbangan di negara itu dilarang terbang dan pemenjaraan pejabat senior. Ada banyak asap, yang berarti ada api di suatu tempat di dalam PKC. China tidak stabil," tulis penulis Gordon G Chang di Twitter, seperti dikutip NDTV, Sabtu (24/9/2022).

Pada Sabtu (24/9/2022), beberapa laporan media mengklaim Presiden Tiongkok Xi Jinping saat ini berada di bawah tahanan rumah. Laporan menambahkan bahwa ibu kota Beijing saat ini berada di bawah kendali tentara. Laporan kudeta Tiongkok itu belum dikonfirmasi oleh media kredibel Tiongkok.

Satu laporan oleh News Highland Vision menyatakan bahwa mantan presiden Tiongkok, Hu Jintao dan mantan PM Wen Jibao membujuk Song Ping, mantan anggota Komite Tetap, untuk bergabung dengan mereka dan mengambil kendali Biro Pengawal Pusat (CBG). Selama ini, CGB bertanggung jawab atas keamanan Presiden, dan komite tetap Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa.

Video yang muncul di media sosial dari akun yang tidak diverifikasi menunjukkan konvoi tentara besar berkeliling di sekitar Beijing. Cuitan menyebutkan bahwa Presiden Xi Jinping dikudeta dan telah dipecat.

Laporan tersebut lebih lanjut mengklaim bahwa penerbangan internasional dan domestik ke dan dari Beijing telah dihentikan, dan bahwa kota tersebut telah terputus dari seluruh dunia. Klaim menambahkan bahwa Presiden Xi Jinping telah dimasukkan ke dalam tahanan rumah setelah dia dicopot dari jabatan kepala PLA.

Video menambahkan bahwa konvoi tentara besar panjangnya sekitar 80 km dan menuju ke Beijing. Desas-desus menunjukkan bahwa kendaraan militer PLA akan menuju Beijing pada 22 September. Konvoi itu diduga dimulai dari Kabupaten Huanlai dekat Beijing, berakhir di kota Zhangjiakou.

Segera setelah Jintao dan Jibao mengambil alih CBG, rumor menambahkan, anggota Komite Sentral di Beijing dihubungi melalui telepon. Hal ini menyebabkan Xi diduga ditahan di bandara ketika dia kembali dari Samarkand di Uzbekistan, tempatnya menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai, atau SCO.

Laporan kudeta Tiongkok menyatakan bahwa anggota CGB telah mengadakan beberapa pertemuan tertutup dalam 10 hari terakhir. Laporan yang sama menambahkan bahwa tindakan ini diambil dengan tujuan mengambil alih kekuasaan dari Xi.

Juga dikatakan bahwa ketika Xi Jinping berada di Samarkand, mantan PM dan mantan presiden telah berkomplot melawan Presiden. Ini adalah hasil dari kemungkinan Xi untuk menjadi presiden Tiongkok untuk ketiga kalinya berturut-turut.