GAME OVER

Begitulah....

Kasus rektor Unila ini sih hanyalah gunung es di dalam lautan. Dia hanya ada di puncak gunung es tsb, ketahuan, ada yg lapor (mungkin karena kesal, atau sakit hati, jadi lapor). Di bawahnya, wah, lebih besar lagi kasus2 ini, tidak ketahuan.

Di negeri ini masuk SD, SMP, SMA favorit saja banyak yang nyuap, jalur belakang, ngakalin surat, dll. Ayo ngaku sajalah. Apalagi masuk kampus. Rektor2 ini banyak yg mata duitan. Kamu kira akademisi, profesor, dkk itu tdk butuh duit? Bahkan ada yg rela ngakalin peraturan biar rangkap jabatan.

Di NKRI ini, jadi buruh pabrik, ada yg nyuap loh. Lucu. Orang nyari kerja itu kan biar dapat uang, ini malah hilang uang dulu buat nyuap. Itu cuma buruh pabrik. Nyuap. Apalagi posisi2 lain. 

Mau jadi kepala dinas? Mau jadi kabag? Kasi? Kepala sekolah? Kakanwil. PLT kades, pejabat sementara, dll, Nyuap. Lebih2 mau jadi Bupati, Gubernur, walikota, nyuap rakyat dgn amplop2, dll.

Maka, sungguh hebat jika keluarga kalian tdk melakukan hal2 ini. Jangan coba2, jangan tergoda. Jaga keluarga kalian mati2an. Tenang saja, dunia ini hanya sebentar, ngapain maksa? 

Duh dik, kenapa sih Tuhan itu membuat neraka dan surga. Karena hal2 beginilah. Dan itu bukan omong kosong. Orang2 yg tertawa bahak, terlihat keren, lolos, diterima, menjabat, berkuasa, jika itu hasil menyuap, semua pasti akan dibalas kelak. 

Apalagi orang2 zalim, wah bisa benar2 bangkrut.

Kamu tidak percaya surga dan neraka? Well, terserahlah. Manusia itu baru benar2 akan paham, saat sudah sekarat. Nyawanya sudah di leher, baru dia tahu deh. Sayangnya, tobat sdh tdk berlaku dititik ini.

Itu yang sudah mati, kalau dia punya harta se-semeseta alam, dia rela menukar semuanya agar bisa balik lagi hidup, dan bertobat. Sayangnya sorry, sdh tidak bisa. Game over.

(By Tere Liye, penulis novel JANJI)

*fb