Apakah dengan menutupi lutut maka anak-anak SD dan SMP jadi bodoh, Dok?

Halo Doq eh dig eh dog, walaaah... maaf, maksudnya Dok.... 

Maaf. Sekali lagi minta maaf karena keyboard di Handphone saya lari-lari. Persis Logika dan cara berpikir Pak Dokter Sigit Nurfianto.

(Maaf, saya tagging langsung aja. Siapa tahu mau berdiskusi langsung).

Pertama saya mengajak Pak Dokter buat move on dong. Mosok masih mengajak ke masa lalu?

Apa ngga sekalian kita kembali ke Jaman Majapahit. Atau tanggung sekalian ke Jaman Pithecanthropus Erectus, masa dimana ngga perlu pakai baju dan celana.

Kedua, apa tujuan mengajak kembali ke Seragam siswa/siswi SMA atau Siswa/siswi SMP Negeri jaman baheula seperti foto yang diupload?

Saya sih jadi ngakak dengan komentar kawan-kawan yang menyebut Pak Dokter cuma rindu melihat paha ciwi-ciwi. 

Ingat usia Dok...
Ha..ha...ha..., saya cuma bercanda. Tapi candaan saya serius nih.

Ok, sekarang mari kita fokus ke poinnya aja. Sesuai yang "di-light" warna kuning. 

Reguler => Celana Pendek untuk  Siswa SD dan SMP. Celana  Panjang untuk Siswa SMA.
Rok selutut buat anak Siswi SD, SMP dan SMA.

Pilihan => Siswi Berjilbab.

Setahu saya sampai sekarang masih ada siswa SD yang memakai seragam dengan celana Pendek. Begitu juga dengan Anak SMP. 

Cuma memang banyak juga Siswa SD apalagi Siswa SMP yang menggunakan seragam dengan Celana Panjang. 

Terus masalahnya apa?

Apakah dengan menutupi lutut maka anak-anak SD dan SMP jadi bodoh?

Maaf ya Dok. Anak-anak kami otaknya di kepala. Bukan di lutut. Entah kalau anda atau orang-orang yang mendukung postingan anda!

Ok, lanjut. Rok Selutut untuk Anak SD, SMP dan SMU. 

Sampai sekarang setahu saya masih banyak kok siswi SD, SMP dan SMA yang roknya selutut. Baik di Sekolah Swasta maupun Sekolah Negeri.

Kalaupun sekarang, khususnya siswi SMP dan SMA banyak yang menggunakan Rok Panjang, lagi-lagi masalahnya apa sih?

Saya kira ngga akan ada kaitan dengan kemampuan dan proses Belajarnya. Apakah kalau lutut dan betis terbuka akan lebih cepat pintar?

Saya jadi curiga kalau otakmu di lutut atau di betis ya dok?

Karena muara dari semua Postinganmu ternyata adalah : Sekolah Negeri, Bukan Sekolah Islam.

Loh, emangnya siapa yang menyebut kalau Sekolah Negeri adalah Sekolah Islam?

Ngga adakan? 

Kalau dari Akun, kelihatannya anda juga seorang Muslim. Ada masalah apa anda dengan agama anda sendiri?

Sekolah Negeri memang bukan Sekolah Islam. 
Tetapi yang murid-muridnya mayoritas beragama Islam. Makanya mereka berpakaian sesuai tuntunan Agamanya. Khususnya yang perempuan. Mulai dari SMP apalagi SMA sudah jelas akil baligh. Berkewajiban menutup aurat mereka.

Ingat ya dokter tulul! 
Aduh,  maaf. Saya kelepasan esmosi. Karena saya tidak sabaran dengan orang-orang berpendidikan tetapi bertingkah konyol!

Sekolah Negeri itu bukan Sekolah Islam. Tetapi siswa-siswinya banyak yang beragama Islam. Makanya yang dijilbabi bukan Gedung Sekokahnya. Tapi Siswinya.

Saya juga paling marah dengan manusia-manusia provokator sampah seperti anda. Merusak persatuan dan kesatuan anak bangsa kita. Membuat perbedaan semakin menajam.

Lihat saja, dari semua Komentator yang setuju di Postingan Provikatif anda, semua mayoritas Non Muslim. Jadi secara tidak langsung sampah seperti anda sedang membenturkan Muslim dan Non Muslim di Negeri ini.

Dokter kok otaknya di dengkul!

(By Azwar Siregar)