Debat 9 Hari Dengan KH Bahaudin Mudhary, Antonius Akhirnya Masuk Islam

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pada suatu malam Antonius Widuri tidak bisa tidur, padahal ia ingin beristirahat. Ia mondar-mandir di kamar tidur, keluar masuk kamar. Tak sengaja ia lihat majalah Kiblat di atas meja, mungkin kepunyaan kawan yang ketinggalan waktu bertamu ke rumahnya atau mungkin sengaja ditinggal. Ia kemudian mengambil majalah itu.

“Majalah itu saya bawa ke tempat tidur, lalu saya buka-buka lembarannya mungkin ada bacaan atau cerita-cerita yang dapat mendorong saya supaya tidur,” kata Antonius.

Sampai pada suatu halaman, Antonius menjadi terkejut melihat suatu artikel tentang Kristen. Tanpa pikir ia membaca. “Mula-mula hati saya selaku seorang Kristen merasa tersinggung, akan tetapi seolah-olah ada daya tarik yang memerintahkann saya supaya terus membacanya,” katanya.

Pada saat itulah secara tiba-tiba muncul dorongan hati Antonius untuk berpikir dan meneliti kebenaran keyakinannya. Entah karena apa ia lantas ingin membaca buku-buku Islam, dan majalah-majalah Islam. “Malah seringkali saya cari-cari pinjaman majalah Kiblat pada kawan-kawan yang berlangganan,” kata Antonius.
 
Makin lama, bertambah timbul dorongan dihatinya untuk meneliti ajaran Islam dan Kristen, dan ingin membandingkan tentang ketuhanan antara dua agama tersebut. 

“Saya terus membaca-baca buku Islam disamping membaca kitab Injil yang menjadi keharusan saya selaku pemeluk agama Kristen,” katanya.

Antonius kelahiran Yogyakarta, tapi saat itu bekerja di PN Haram Kalianget Madura. Di sini ia mendengar seorang ulama yang terkenal menguasai kristologi namanya KH Bahauddin Mudhary. Ia pun menemui Kiai Bahauddin Mudhary untuk melakukan dialog perbandingan agama. 

Tidak hanya sehari, dialog itu berlangsung selama 9 hari.

Bagaimana jalannya dialog itu, simak video ini: