Teroris, Mantra Untuk Melegalkan Kezaliman terhadap Umat Islam

Label teroris itu mantra untuk melegalkan kedzaliman dan kejahatan terhadap Umat Islam.

Dulu, Fir’aun melabeli Musa alaihissalam dan pengikutnya dengan (Syirdzimatun Qalilun) – kelompok minoritas – untuk melegakan peperangan melawan ayat-ayat suci yang dibawa Musa alaihissalam.
 
{ فَأَرۡسَلَ فِرۡعَوۡنُ فِی ٱلۡمَدَاۤىِٕنِ حَـٰشِرِینَ (53) إِنَّ هَـٰۤؤُلَاۤءِ لَشِرۡذِمَةࣱ قَلِیلُونَ (54) وَإِنَّهُمۡ لَنَا لَغَاۤىِٕظُونَ (55) وَإِنَّا لَجَمِیعٌ حَـٰذِرُونَ (56) }

“(Fir’aun berkata), “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil, dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada.” [QS. Asy-Syu’ara: 53-56].

Bahkan tuduhan yang dialamatkan oleh Fir’aun kepada Musa alaihissalam luar biasa. Yaitu mengganti UU Kerajaan. Menghancurkan negara.

{ وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ ذَرُونِیۤ أَقۡتُلۡ مُوسَىٰ وَلۡیَدۡعُ رَبَّهُۥۤۖ إِنِّیۤ أَخَافُ أَن یُبَدِّلَ دِینَكُمۡ أَوۡ أَن یُظۡهِرَ فِی ٱلۡأَرۡضِ ٱلۡفَسَادَ }

“Dan Fir’aun berkata (kepada pembesar-pembesarnya), “Biar aku yang membunuh Musa dan suruh dia memohon kepada Tuhannya. Sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di bumi.”[QS. Ghafir: 26]

Nabi Luth alaihissalam pun demikian. Untuk melegalkan peperangan dan pembunuhan terhadap Luth AS dan pengikutnya. Para durjana di masanya, melabeli beliau dengan “manusia sok suci”

{ ۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦۤ إِلَّاۤ أَن قَالُوۤا۟ أَخۡرِجُوۤا۟ ءَالَ لُوطࣲ مِّن قَرۡیَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسࣱ یَتَطَهَّرُونَ }

“Jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan, “Usirlah Luṭ dan keluarganya dari negerimu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci.”[QS. Surat An-Naml: 56]

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam pun dituduh dengan berbagai macam tuduhan oleh pihak Musyrikin Quraisy. Untuk apa? Ya untuk melegalkan kedzaliman yang mereka lakukan terhadap Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan orang-orang beriman.

Sebab dari sisi kriminalitas, para pejuang kebenaran itu bersih. Tidak pernah mencuri, membohongi rakyat, korupsi, apalagi membuat ekonomi negara rusak. Maka labelisasi dengan istilah-istilah yang buruk pun dilakukan.

Sekarang? Apakah Anda pernah melihat orang kafir, penjahat dan sejenisnya dibunuh atau ditangkap atas alasan terorisme? Tidak. Justru penjara negeri ini, dan juga Amerika, penuh dengan para ulama, Ustadz, aktifis masjid, dan orang-orang berjuang di garis kemanusiaan.

Mantra terorisme, membuat Anda hilang simpati. Hilang neraca untuk menilai kebenaran. Anda akan kehilangan cinta dan loyalitas terhadap sesama muslim. Inilah titik berbahaya dalam agama, yaitu ketika nurani wala dan loyalitasmu sesama muslim hilang.

“Bukan golonganku orang yang tidak peduli dengan orang-orang beriman.” Demikian pesan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

(Oleh: Mas’ud Izzul Mujahid)