KEANEHAN KEPPRES JOKOWI SERANGAN UMUM 1 MARET

KEANEHAN KEPPRES JOKOWI SERANGAN UMUM 1 MARET

Oleh: Tarli Nugroho

Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara yang diteken Presiden Joko Widodo tanggal 24 Februari 2022 lalu secara akademis sangat aneh. 

Keppres itu bukan hanya menghilangkan peran Letkol Soeharto, tapi menyebut Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta sebagai dua dari empat tokoh yang ikut berperan mencetuskan serangan tersebut. Dua nama lainnya adalah Sri Sultan HB IX dan Jenderal Soedirman.

Kenapa aneh?! 

Sejak Agresi Militer pada 18 Desember 1948, Soekarno (Presiden RI) dan Sjahrir (Perdana Menteri RI) langsung diasingkan Belanda ke Brastagi, Parapat, lalu ke Bangka. Sementara Mohammad Hatta (Wapres RI) langsung diasingkan ke Bangka. Bagaimana bisa orang interniran yang jauh di luar pulau, terkendala alat komunikasi, dan dalam pengawasan penuh tentara kolonial, bisa ikut mengatur Serangan Umum 1 Maret 1949?!

Bukunya Nasution, Salim Said, R.E. Elson, Kahin, dan Reid, ketika membahas fragmen itu jelas menyebut bahwa Letkol Soeharto menjadi pemimpin lapangan serangan tersebut. 

Soal inisiatifnya dari mana, memang ada beberapa versi dan klaim, tapi fakta bahwa komandan lapangannya adalah Soeharto, tidak ada yang membantah. 

Laporan Belanda sendiri, menurut Elson, telah lama menyebutkan kecurigaan Belanda terhadap kemungkinan perlawanan yang akan dilancarkan Sultan. Dan laporan tersebut menyebut jelas bahwa Sultan dibantu oleh Letkol Soeharto dan Djatikusumo.

Soal inisiator, bukunya Salim Said, "Genesis of Power: General Sudirman and The Indonesian Military in Politics 1945-49", menyebut inisiatif datangnya dari Sri Sultan, sementara Nasution dan juga Jenderal Simatupang menyebut inisiatifnya datang dari Panglima Divisi III Bambang Sugeng. Pak Sim bahkan mengklaim Bambang Sugeng memiliki inisiatif serangan itu sesudah berdiskusi dengannya.

Tidak ada satupun referensi sejarah yang menyebut nama Soekarno dan Hatta sebagai pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
 
(*)