Susi Pudjiastuti Bingung Karantina Pejabat dan Rakyat Berbeda: Seingat Saya Virusnya Sama

[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengaku bingung dengan kebijakan pemerintah soal aturan karantina untuk menekan penularan Covid-19.

Dia pun menyentil pemerintah yang diduga membebaskan pejabat dan orang penting melalukan karantina di rumah mereka sendiri setelah pulang dari luar negeri.

Susi merasa bingung dengan perbedaan aturan karantina terhadap pejabat dan orang penting dengan masyarakat biasa untuk melakukan karantina.

"Mohon pencerahan, kenapa pejabat dan orang penting boleh karantina di rumah sendiri? Kenapa masyarakat tidak boleh karantina di rumah sendiri?" katanya dikutip dari akun Twitter @susipudjiastuti pada Selasa, 21 Desember 2021.

"Kenapa yang boleh berhemat atau jadi pelit cuma pejabat/VIP? Kenapa masyarakat tidak boleh berhemat/pelit? Kenapa cara karatina berbeda," sambungnya.

Bu Susi menyasarkan cuitan tersebut terkait menumpuknya antrean tenaga kerja Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta lantaran Wisma Atlet ditutup sementara setelah seorang pekerja dinyatakan positif Omicron.

Untuk diketahui, para pekerja migran ini antre bisa masuk ke Wisma Atlet untuk melakukan karatina selama sepuluh hari sebelum diizikan pulang ke rumah masing-masing.

Bu Susi juga mengaku heran mengapa aturan karantina terhadap pejabat dan masyarakat dibedakan padahal setahu dia virusnya sama yakni Covid-19.

"Kenapa perbedaan itu ada karena yang sini pejabat dan sono masyarakat, seingat saya virusnya sama," ucap Susi Pudjiastuti.

"Masyarakat mau gratis wajar, pejabatnya juga boleh gartis di rumah sendiri, jadi ingat pesawat harus PCR, mobil tidak. Sekarang orang tua sudah divaksin, antigen cukup anak2 belum vaksin PCR," sambungnya.

Sejumlah netizen pun ramai mengomentari cuitan Susi Pudjiastuti tersebut.

"Yg lebih menyesakan di dada adalah para TKI yg pulang bu. Penyumbang devisa terbanyak tapi kok ditelantarkan begitu saja. Liat hari ini berapa TKI yg ditelantarkan di Bandara Soekarno Hatta. Disini negara harus hadir, beri dia penginapan/tempat karantina yg gratis, plus makan jg!" komen netizen.

Ada pula yang membandingkan dengan di Hongkong.

"Saya punya teman baru aja berangkat kerja ke Hongkong, sampai sana tmn saya hanya dikasih gelang dan diminta tuk istirahat selama 1minggu dan ternyata di gelang itu ada chip gps klo dia melangkah kluar aja ptugas akan langsung angkut tmn saya, selama 1 minggu gps itu mati sendiri..gratis," ujar A.Rinal @inank420.