Sambut Awal Tahun 2022 Dengan Lonjakan Harga BBM dan Kebutuhan Pokok Masyarakat

[PORTAL-ISLAM.ID]  Nazar LM (Pengamat Politik) 

Covid 19 masih menyisir sejumlah lonjakan harga, ditengah aktivitas ekonomi masyarakat yang belum stabil terdapat kebutuhan pokok masyarakat Indonesia hingga akhir tahun 2020 pun kian melambung. Laman Informasi Pangan Jakarta mencatat, contoh saja cabai rawit merah Rp 103.171 per kilogram dan telur ayam tembus di angka tertinggi Rp 30.171 per kilogram lalu, minyak goreng curah rata-rata Rp 19.645 per liter.

Kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat akan disambut dengan renacana penghapusan BBM di bawah RON 92 Premium dan Pertalite pada tahun 2022.

Kebijakan pemerintah Indonesia dengan wacana penghapusan pertalite dan premium dapat berpotensi resesi ekonomi dan gejolak politik hingga 2024. 

Asusmsi kenaikan harga BBM bukanlah untuk menyesuaikan harga minyak dunia melainkan dalil ramah lingkungan dengan mengunakan bahan bakar RON 92 atau jenis Pertamax yang dibanderol seharga Rp 9.000 per liter , namun hal ini sudah tertinggal jauh yang menjadi landasan negara-negara di kawasan Asia Tengara menyediakan untuk kepentingan BBM bagi masyarakat yang ramah lingkungan dengan harga murah, menggunakan kandungan oktan / RON 95 bukan lagi 92. 

Apakah pemerintah Indonesia menyediakan BBM rsmah lingkungan dan murah?

Sejenak kita mengkaji kebijakan Pemerintah Joko Widodo dengan perbandingan harga BBM di Malaysia dan Vietnam yang telah menggunakan bensin dengan kandungan oktan / RON 95, untuk harga BBM termurah ditempati Malaysia di kawasan Asia sebesar Rp 5.647,60 dan Vietnam Rp 8.764.56 per liter sejak januari 2020 hal ini berdasarkan data Global Petrol Price pada 29 Juni 2020. 

Kebijakan pemernitah Indonesia memanipulasi harga minyak dunia dengan menyediakan BBM ramah lingkungan yang mahal mencirikan rezim yang yang tidak berpihak kepada kesejahteraan rakyat.