Bahasa Arab dan Obat Dungu

Bahasa Arab dan Obat Dungu

Oleh: Syofyan Hadi

Di dalam al-Qur’an, minimal ada delapan kali kata Bahasa Arab disebutkan Allah swt sebagai bentuk sifat dari al-Qur’an. Menariknya, ketika Allah swt menyebutkan Bahasa Arab sebagai Bahasa al-Qur’an, maka seringkali ayat-ayat itu ditutup dengan kata ta’qilun (تعقلون) “Berfikir” sebagi lawan dari kata “Dungu”, ta’lamun (تعلمون) “Pandai” sebagai lawan dari kata “Bodoh”, dan tattaqun (تتقون) “Taqwa” sebagai lawan dari “Pendosa dan ahli maksiat”. 

Perhatikan ayat-ayat berikut;

(1) Surat Yusuf [12] ayat 2

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ  

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memikirkanya.”

(2) Surat al-Zumar [39] ayat 28

قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: “(Ialah) Al Qur'an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.”

(3) Surat Fushshilat [41] ayat 3

كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Artinya: “Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui,”

(4) Surat al-Zukhruf [43] ayat 3

إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).”

Isyaratnya, jika ada orang yang membenci Bahasa Arab apalagi dia mengaku sebagai muslim, maka sejatinya dia adalah manusia dungu, bodoh, dan seorang pendosa lagi ahli maksiat.(*)