WADUH... Prof Henry Sudah Offside Nih Twitnya, Jangan Framing MUI dengan Terorisme Gitu Dong

[PORTAL-ISLAM.ID]  Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum, Prof Henry Subiakto kembali jadi sorotan warganet.

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini membagikan tangkapan layar berita lama 2015 berjudul “MUI: Sudah Waktunya Densus 88 Dibubarkan”.

“Ini kecenderungan umum. Maling tidak suka dengan penjagaan keamanan. Penjahat tidak suka dengan polisi. Kuruptor tidak suka dengan KPK. Musuh negara tidak suka dengan tentara. Teroris tidak suka pada Densus 88,” kata Henry Subiakto dalam postingannya di akun Titter @henrysubiakto, Rabu (17/11/2021).

Tangkapan layar berita yang dibagikan Henry merupakan berita lama, tepatnya pada 3 Maret 2015.

Saat itu, MUI menyesalkan aksi Densus 88 yang mendobrak pintu Pesantren Tahfizhul Qur’an al Mukmin, Malang membuat histeris para santri yang sedang menghafal Alquran.

MUI menganggap tindakan Densus 88 sudah di luar batas prikemanusiaan. Apalagi sampai menodongkan senjata kepada anak-anak santri.

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang saat itu dijabat oleh KH Tengku Zulkarnain (alm) mengatakan alasan penyerbuan karena pesantren tersebut milik salah satu tersangka ISIS, tidak bisa dijadikan pembenaran untuk bertindak arogan.

Menurut Zulkarnain, ada cara-cara yang lebih elegan dan sesuai prosedur penyidikan ketimbang melakukan aksi sensasional.

“Oknum-oknum di tubuh Densus 88 sudah lama disinyalir sangat anti pada Islam dan umat Islam. Sudah waktunya Densus 88 dibubarkan,” kata Zulkarnain kala itu. 

Berita ini kemudian diframing oleh Prof. Henry ditengah penangkapan Densus 88 terhadap salah satu anggota Komisi Fatwa MUI Dr. Zain An Najah.

Warganet pun bereaksi merespons twit Prof. Henry yang 

"Pernyataan anda itu tendensius dan sdh mengarah fitnah dgn menyebut MUI sbg teroris. Prof tapi pemikirannya picik begini. Pantes digoblok2in org anda pak," ujar @hayyaalalfalah9.

"Anda secara tidak langsung sudah mengatakan MUI sama dengan teroris, terlalu dangkal pemikiran anda sebagai seorang prof," komen @Marishtbersama.