Geisz Chalifah Semprot Liciknya PDIP: Minta Tunda Penyelesaian Stadion Jakarta, Biar Jadi Pelambang Kegagalan Anies, Ya elah Liciknya Tong

[PORTAL-ISLAM.ID] Jakarta Internasional Stadium (JIS) akan menjadi stadion megah bukan cuma skala nasional tapi skala internasional yang siap menyaingi Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

Menurut media Daily Mail yang berbasis di Inggris, JIS akan menjadi 10 stadion terbesar di Dunia.

Dengan luas hampir 300 ribu meter dan tinggi 70 meter, JIS ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021.

"Desember 2021 Insya Allah akan dijadwalkan pertandingan perdana di JIS ketika seluruh pembangunannya rampung," kata Anies saat melakukan peninjauan ke JIS bersama Direktur Utama (Dirut) Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto, Ketua Umum The Jakmania Diky Soemarno, dan Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, beberapa waktu lalu.

Namun politikus PDIP Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Johnny Simanjuntak beberapa waktu lalu mengatakan, perampungan JIS tidak perlu mengejar target, lebih baik anggarannya dipakai untuk penanggulangan Covid-19. Menurutnya, salah satu anggaran yang bisa dialihkan atau istilahnya refocusing adalah anggaran pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). 

Usulan tersebut rupanya mendapat penolakan keras dari para The Jakmania, atau para pendukung tim sepakbola Persija Jakarta. Salah satu akun Instagram unofficial The Jak, @persija_inside menyebutkan, PDIP tidak perlu meminta Anies untuk menghentikan proyek. Sebaliknya, akun tersebut meminta PDIP menertibkan kadernya yang tersandung kasus korupsi.  

"Muke gile PDIP. Jangan ganggu Gubernur gue lagi nepatin janji!" tulis akun tersebut.

Orang dekat Gubernur Anies, Geisz Chalifah menyebut itu cara licik PDIP.

"PDIP Meminta Pembangunan Stadion Persija yg tinggal beberapa bulan lagi jadi ditunda. 
Ditunda itu sama dengan dibikin mangkrak, besi2nya jadi karatan lalu jadi pelambang kegagalan Anies.  Ya elah mau bersaing liciknya elu jgn gitu2 amat tong," kata Geisz Chalifah di akun twitternya, Jumat (6/8/2021).