Siti Fadilah Ungkap Ada "Missing Link" Pandemi Covid

[PORTAL-ISLAM.ID]  Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari menganggap berita tentang Covid-19 lebih menakutkan daripada virusnya. Masalahnya, menurut Siti Fadilah berita yang menakutkan ini menjadi satu paket dengan virusnya.

“Lah repotnya itu, jadi semuanya takut, saya aja takut waktu itu, ini gimana sih, sebentar-sebentar ada yang mati, dokter-dokter yang mati, nakes banyak, bagaimana enggak menakutkan, menurut saya menakutkan,” ujarnya saat menjadi bintang tamu di acara Podcast Deddy Corbuzier, Kamis 8 Juli 2021.

Dari laporan terakhir, saat ini pasien baru Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 38.391 orang. Walhasil, total kasus Covid-19 di Indonesia ada 2.417.788 orang. Penambahan angka baru terus mencatat rekor.

Tapi tampaknya, Siti Fadilah, masih menganggap Covid-19 ini belum bisa dikatakan pandemi. Menurut dia, ada satu syarat yang belum bisa terbukti menunjukkan Covid-19 adalah pandemi, yaitu penularan dari hewan ke manusia. “Berarti belum ditemukan asalnya pertama kali, belum ditemukan asal dari hewan ke manusia, inikan pincang nih, kenapa sudah dibilang pandemik,” ujarnya.

Associated Press, 29 Maret 2021, melaporkan, hasil studi gabungan WHO dan Cina tentang investigasi yang dilakukan WHO sejak bulan Januari 2021. Investigasi tentang asal-usul virus corona mengatakan penularan virus dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain adalah skenario yang paling mungkin terjadi dan kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin.

Namun menurut Siti, saat ini sudah terlambat untuk mencari asal usul virus ini. Sekarang yang perlu dilakukan adalah mencari cara penanggulangan soal virus ini. Ia menyatakan tidak akan menutup diri, jika diminta membantu pemerintahan. “Tergantung mereka membutuhkan atau tidak, saya sudah tua barangkali hanya memberikan nasihat,” ujarnya.

Saat ini bagi Siti, ia hanya fokus untuk kepentingan rakyat. Sebagai mantan menteri, ia tidak peduli dengan kebijakan-kebijakan yang ada. “Lebih ke rakyat agar tidak ketakutan, tidak salah paham, kebingungan, rakyat sekarang harus siap lagi, bergerak lagi,” kata dia. 

Meski demikian, Siti mendukung rencana pemerintah yang menargetkan vaksinasi mininal 181 juta dari 270 juta penduduk Indonesia demi terbentuknya herd immunity (Kekebalan Komunal). Menurut dia jika tujuan vaksinasi ini untuk perlindungan komunitas dan bukan perlindungan individu, sertifikat vaksinasi dirasa tidak perlu.

“Herd immunity itu kan kalau sudah 70 persen, itu teorinya mereka. Justru, saya belum pernah melihat, mudah-mudahan betul. Yang penting ekonomi harus mulai berjalan dari sekarang,” kata dia.

Cara lain, menurut Siti Fadilah Supari, untuk menghadapi pandemi ini adalah dengan menjaga imunitas tubuh. Bahkan Siti meminta kepada Deddy untuk mensosialisasikan olahraga yang baik yang bisa dilakukan di rumah. “Siapkan apotik hidup di rumah, untuk herbal-herbal yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh, “ ujarnya. [Tempo]