Pasca Heboh Kelangkaan Oksigen & Kematian 63 Pasien Covid Terekspos ke Publik, Direktur RS Sardjito Mendadak Dipindah Menjadi Direktur RS Jiwa

[PORTAL-ISLAM.ID]  Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin melakukan pelantikan jabatan baru Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Senin (12/7/2021). Menkes menukar jabatan dirut RS Sardjito sebelumnya yakni dr Rukmono Siswishanto dengan dirut RSJ Soeroyo Magelang, dr Eniarti.

Kabar tersebut dibenarkan Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan. Banu mengatakan benar terjadi pergantian direktur utama yang dilaksanakan hari ini, Senin 12 Juli 2021. Pelantikan direktur utama baru dilaksanakan secara daring pukul 12.00 WIB tadi.

“Bapak Menteri Kesehatan telah melantik pejabat JPT Pratama di lingkungan Kementerian Kesehatan yakni dr Rukmono Siswishanto sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Prof dr Soerojo Magelang dan dr Eniarti sebagai Direktur Utama RSUP dr Sardjito,” ungkap Banu ketika dihubungi KRjogja.com.

Pergantian tersebut menurut Banu merupakan hal biasa dalam lingkungan Kementrian Kesehatan. Ketika disinggung mengenai kejadian baru-baru ini terkait kelangkaan oksigen dan tenda darurat yang banjir, Banu menampik hal tersebut.

“Pergantian ini merupakan rotasi jabatan biasa, dan itu hal lumrah dilingkungan Kementerian kesehatan sebagai penyegaran organisasi di lingkungan kementerian kesehatan RI,” tandas dia.

Sementara, dr Rukmono menyampaikan saat ini ia sudah resmi menjadi direktur utama RSJ Soeroyo Magelang setelah dilantik siang hari tadi. Saat ini ia tengah menanti proses serah terima jabatan yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan. 

(Sumber: KRJogja)

Heboh Netizen

Kabar pergantian Direktur RS Sardjito ini tak ayal heboh di sosial media, mengingat berita sebelumnya tentang kelangkaan oksigen dan kematian 63 pasien Covid-19.

"Di tengah krisis seperti ini, Direktur Utama RSUP dr Sardjito dipindah jadi Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soerojo Magelang. Apakah ada kaitannya dengan....," ungkap @astriferdiana.

"Ternyata yang kemarin beredar itu infonya valid ya.
Pura-pura gak tahu aja ah.
Jadi bisa bilang, "Gak nyangka banget sih."," komen @Herrommy.

"Memberi contoh cara membungkam pejabat yang terbuka akan kekurangan pelayanan," timpal @BimoTjontong.