Hidup Atau Mati?

Hidup Atau Mati?

أنت ميّت و إن تمش على الأرض، لأنّ الحياة لمن ينفع غيره
أنت حيّ و إن دُفنت تحت التراب، لأنّ الموت على من يضرّ غيره!

Engkau adalah mayat walau masih melata di atas bumi. Sebab kehidupan itu adalah milik mereka yang bermanfaat bagi orang lain. 

Engkau tetap hidup, walau jasadmu sudah berkalang tanah. Sebab kematian adalah untuk mereka yang selalu menyengsarakan orang lain. 

Jangan pernah menyerah untuk mempertahankan daun pisang itu hijau. Walau semua orang menyebutnya biru.

Jangan pernah menyerah untuk terus berjalan menuju kebaikan. Walau ternyata kematian lebih dulu datang, sebelum kita sampai ke tujuan.

Jangan pernah menyerah kepada keadaan yang menderamu, sebab tak ada dera yang berkekalan. Saatnya nanti ia akan berehat pada bahagia yang paling teduh.

Jangan pernah menyerah pada kezaliman. Sebab menolong orang zalim dan dizalimi itu adalah perintah Baginda yang mulia.

Jangan menyerah untuk terus belajar. Sebab yang kita tidak tahu sungguh jauh lebih banyak dari yang kita tahu.

Tak akan pernah lelah kita berharap, bahwa di tengah rimbun kepalsuan, pada punggung bumi masih terdapat telaga-telaga bening. Maka, jangan pernah berhenti mencari keberadaan telaga tersebut.

Teduh petang ini adalah buah kesabaran bumi, setelah sepanjang hari dihajar panas matahari. Maka bersabarlah menerima berbagai kegarangan yang mungkin datangnya dari berbagai arah.

Pada peredaran masa dan silih bergantinya siang dan malam, ada keindahan yang dengannya kehidupan ini menyuguhkan beragam nuansa. Maka, panas dan sejuk itu adalah niscaya. Pun perangai kawanmu yang baik pada satu ketika, jahat pada ketika yang lain, itulah dunia.

Pada setiap jengkalnya, nyaris dunia ini hanya hitam dan putih: tawa dan tangis. Sebab pelangi tampak sekejap saja selepas hujan reda.

Ragam kesenangan dunia itu disebut Baginda sebagai reruntuhan semata. Itu pada bentuknya yang halal. Sedang pada raganya yang haram, jelas itu adalah sampah. 

Maka, jangan biarkan dirimu menjadi timbunan reruntuhan bangunan tua dan apalagi sekedar sampah!

اخط مع الدهر إذا خطا و اجر معه إذا جرى
الدهر لا ينتظرك ساعة لانّه يمضي ولا يبالي  حالتك!

Melangkahlah bersama waktu, kala ia berjalan. Tapi berlarilah dengan kencang, saat ia mengajakmu berpacu! 

Sungguh waktu tak pernah sudi menunggumu, sebab ia harus terus beranjak, dan tak pernah mau hirau apapun keadaanmu. 

الدنيا فانية و العمل دائم فاعمل صالحا لأنّه رفيقك في الحياة الدنيوية و ما بعد الممات

Kehidupan ini sekejap saja, tapi karya (amal) akan mengabadi. Maka, teruslah menciptakan karya yang baik, sebab ia akan menyertaimu semasa hidup, hingga kelak ketika kau sudah mati. 

(Ustadz Abrar Rifai)