Sudahi PPKM!

Sudahi PPKM!

Luhut Binsar Pandjaitan adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Menggabungkan antara maritim dan investasi itu saja sudah kontoversi. Sambungannya di mana? 

Berikutnya Luhut tampil dalam banyak hal yang menjadi representasi Pemerintahan. Sampai banyak yang bertanya, aslinya Luhut ini menteri apa? 

Nah, terkait Corona ini, masalah yang sangat serius dan memerlukan kecakapan dan kesungguhan, kembali Jokowi menjadikan Luhut sebagai Koordinator PPKM. Dari mana nyambungnya investasi dan Kemaritiman lompat kepada penanggulangan Corona? 

Maka tak heran, kalau orang ramai pun menyoal ini. Kenapa Jokowi tidak menyerahkan urusan penanggulangan ini kepada selain Luhut? 

Tak adakah di lingkaran Jokowi itu orang yang lebih cakap dari Luhut? Atau setidaknya para pejabat yang terkait dengan kesehatan, keamanan atau Kesra dan lain sebagainya. Lah, ini maritim dan investasi! 

“Kesalahan terbesar Pak Jokowi hari-hari ini, saat gelombang pandemi begitu dahsyatnya: menyerahkan kendali pandemi di Jawa-Bali ke Luhut,” cuit Gus Ulil Abshar Abdalla. 

Berikutnya menantu Kiai Musthafa Bisri itu menambahkan, “Dan kesalahan terbesar Luhut setelah diserahi kendali: mengatakan, pandemi sudah terkendali. Sementara kenyataan di lapangan PARAH sekali!” 

Sampai sejauh ini PPKM yang dikomandoi Luhut tak membuahkan hasil apapun. Justru yang terjadi, selama PPKM ini kematian begitu bertubi. 

Belum lagi gejolak sosial yang begitu kisruh akibat penyekatan antar daerah dan pelarangan orang berjualan. 

Aparat yang memberikan ketakutan kepada rakyat kecil, dengan bermodalkan Peraturan PPKM. “Tutupen. Nek gak, tak walik rombongmu!” bentak seorang petugas. 

Aparat menempeleng perempuan yang sedang hamil, hingga mengakibatkan pendarahan. Itu juga dipicu karena petugas tersebut sedang melaksanakan Peraturan PPKM. 

Petugas yang memiting dan mendorong anggota Paspampres. Itu juga dalam rangka menegakkan Peraturan PPKM. 

Banyak lagi dan banyak lagi kejadian-kejadian yang mengoyak perdamaian sesama anak Bangsa. 

Menjelang PPKM ini berakhir, setelah Hari Raya Idul Adha 1442 H, akhirnya Luhut mengakui dan meminta maaf, karena menurutnya PPKM ini masih belum optimal. 

Tapi sebenarnya, dengan berbagai kekacauan yang terjadi dan banyaknya orang yang meninggal dunia, PPKM ini bukan hanya belum optimal, tapi gagal! 

Nah, sudah tahu begitu, Luhut masih berujar bahwa PPKM ini masih dievaluasi, baru akan dipastikan apakah akan diperpanjang ataukah dihentikan. 

Evaluasi akan dilakukan dalam dua atau tiga hari ke depan, kata Luhut kemarin, 17/7/21. Berarti keputusannya esok atau lusa. 

Gagal itu sudah jelas, Pak. Orang ramai pun sudah melihat itu. Nah, karena ini sudah gagal, tak perlu lagi dievaluasi muter-muter, tapi putuskan saja bahwa ini dihentikan! 

Kami rakyat tetap mendukung segala bentuk upaya Pemerintah untuk menanggulangi Corona. Tapi harus dengan cara-cara yang elegan, manusiawi dan memberikan jaminan bahwa rakyat (kecil) masih mempunyai kesempatan untuk cari makan. 

Apa bentuknya, bagaimana caranya? Sila Pak Jokowi sebagai Kepala Negara berembug dengan jajarannya, yang terkait dengan hal tersebut. 

Setelah itu serahkan kepada orang yang kompeten untuk memimpinnya. Jangan lagi serahkan kepada Luhut. 

Atau kalau perlu, Pak Jokowi sendiri yang memimpinnya. Ini tugas Bapak sebagai Presiden. 

Presiden itu bertugas hal-hal besar dan strategis, bukan blusukan malam-malam bagi-bagi sembako! 

(Ustadz Abrar Rifai)